Pisang, Akar Pisang Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Robbi F / Pexels

Akar Pisang Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pembusukan akar pisang pada musim hujan umumnya dipicu oleh sistem drainase yang buruk, infeksi nematoda parasit, atau serangan jamur patogen tanah.

Jawaban singkat

Pada puncak musim hujan di Indonesia, intensitas curah hujan yang tinggi sering kali membuat tanah di sekitar piringan tanaman pisang tergenang air selama berhari-hari. Kondisi tanah yang sangat lembap dan minim oksigen ini menjadi pemicu utama terjadinya pembusukan akar pisang. Akar yang sehat berwarna putih hingga cokelat muda bertekstur renyah, tetapi saat membusuk akan berubah warna menjadi cokelat gelap hingga hitam dan mudah hancur saat dipegang.

Ringkas: Pisang

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari (minimal 6-8 jam)
Penyiraman
Penyiraman rutin saat kemarau, jaga kelembapan tanah tanpa genangan
Musim
Musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman pisang menyukai tanah gembur kaya bahan organik dan tidak tahan genangan air terlalu lama.

Gejala pembusukan akar biasanya terlihat dari luar melalui perubahan fisik tanaman, seperti daun tua yang menguning mendadak, pertumbuhan anakan terhambat, hingga tanaman pisang gampang tumbang saat tertiup angin kencang. Jika piringan seluas 50 cm di sekeliling batang digali setinggi 20-30 cm, akan terlihat serabut akar yang terkelupas dan menyisakan silinder pusat akar. Pembusukan ini menghambat penyerapan hara dan air, sehingga produksi tandan pisang menurun drastis.

Penanganan awal membutuhkan perbaikan sistem drainase lahan secara cepat sebelum kerusakan menyebar ke seluruh rumpun. Buatlah saluran drainase utama seluas 40 cm dengan kedalaman 50 cm di antara barisan tanaman pisang untuk mengalirkan kelebihan air hujan. Selain itu, buang bagian akar yang sudah membusuk parah dan berbau menyengat, lalu tutupi kembali area piringan dengan tanah segar yang dicampur bahan organik matang.

Untuk pencegahan jangka panjang selama 5 hingga 6 bulan musim hujan, berikan agens hayati pengurai tanah seperti jamur antagonis atau mikroba perombak setiap 3 bulan sekali. Penambahan kompos sebanyak 3 sampai 5 kg per rumpun yang dicampur dengan kapur dolomit 200 gram dapat meningkatkan pH tanah serta menekan perkembangan patogen pembusuk akar. Pastikan piringan bebas dari gulma tebal agar sirkulasi udara di sekitar pangkal batang tetap terjaga.

Penyebab & Cara Mengatasi

Genangan Air dan Asfiksia Akar (Kondisi Anaerob)

Ciri: Akar berwarna hitam lunak, berbau busuk basah, tidak ada jaringan berwarna merah/ungu di dalam korteks akar, terjadi setelah hujan deras berturut-turut.

Solusi: Buat parit drainase sedalam 40-50 cm di sekeliling rumpun untuk membuang air tergenang dan gemburkan tanah di piringan secara perlahan.

Infeksi Nematoda Parasit (Radopholus similis)

Ciri: Terdapat bercak atau luka berwarna merah keunguan di dalam korteks akar saat dibelah, perakaran memendek, tanaman sangat mudah roboh.

Solusi: Bersihkan akar yang terinfeksi, aplikasikan bahan organik tinggi kitin seperti kompos udang atau agens hayati pemangsa nematoda, serta lakukan sanitasi lahan.

Layu Fusarium / Cendawan Patogen Tanah

Ciri: Akar membusuk disertai pembuluh batang bawah berwarna cokelat tua/kehitaman, pelepah daun tua menguning dan patah menggantung di batang.

Solusi: Bongkar dan musnahkan tanaman yang terinfeksi berat, taburkan kapur pertanian untuk menaikkan pH, dan buat saluran isolasi area.

Langkah-langkah

  1. Gali dan Periksa Sistem Perakaran: Gali tanah di sekitar piringan tanaman seluas 30 cm dengan kedalaman 20 cm untuk memotong dan mengamati kondisi akar yang membusuk.
  2. Buat Saluran Drainase Darurat: Buat parit buangan air berukuran lebar 30 cm dan dalam 40 cm mengelilingi blok pertanaman pisang agar air hujan tidak menggenang.
  3. Sanitasi dan Pangkas Akar Rusak: Potong akar-akar yang berwarna hitam dan lembek menggunakan pisau steril, lalu buang sisa pangkasan jauh dari area kebun.
  4. Aplikasikan Pembenah Tanah dan Agens Hayati: Taburkan kapur dolomit dan campurkan agens hayati pengontrol patogen tanah pada piringan rumpun pisang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pisang yang akarnya sudah membusuk total masih bisa diselamatkan?

Jika lebih dari 80% sistem perakaran busuk dan batang utama sudah melunak, tanaman sangat sulit diselamatkan dan sebaiknya dibongkar agar tidak menulari rumpun lain.

Bagaimana membedakan busuk akar akibat genangan air dengan serangan nematoda?

Busuk akar akibat genangan air membuat seluruh jaringan akar hitam basah berbau menyengat, sedangkan serangan nematoda memperlihatkan bintik luka kemerahan atau keunguan di dalam korteks akar saat dibelah.

Apakah anakan dari induk pisang yang terkena busuk akar aman dipindahkan?

Tidak disarankan, karena anakan kemungkinan besar sudah membawa patogen atau nematoda laten di dalam jaringan bonggol dan akarnya.

Seberapa dalam parit drainase yang ideal di kebun pisang saat musim hujan?

Parit drainase ideal di antara barisan tanaman pisang berkedalaman 40 hingga 50 cm dengan lebar 30 hingga 40 cm untuk memastikan aliran air lancar.

Apakah pemberian kapur dolomit efektif membantu mengatasi akar pisang yang busuk?

Kapur dolomit membantu menaikkan pH tanah yang masam akibat genangan air hujan, sehingga menciptakan lingkungan yang kurang mendukung bagi perkembangan jamur patogen.

Lebih lanjut tentang Pisang

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.