Gejala pembusukan akar biasanya terlihat dari luar melalui perubahan fisik tanaman, seperti daun tua yang menguning mendadak, pertumbuhan anakan terhambat, hingga tanaman pisang gampang tumbang saat tertiup angin kencang. Jika piringan seluas 50 cm di sekeliling batang digali setinggi 20-30 cm, akan terlihat serabut akar yang terkelupas dan menyisakan silinder pusat akar. Pembusukan ini menghambat penyerapan hara dan air, sehingga produksi tandan pisang menurun drastis.
Penanganan awal membutuhkan perbaikan sistem drainase lahan secara cepat sebelum kerusakan menyebar ke seluruh rumpun. Buatlah saluran drainase utama seluas 40 cm dengan kedalaman 50 cm di antara barisan tanaman pisang untuk mengalirkan kelebihan air hujan. Selain itu, buang bagian akar yang sudah membusuk parah dan berbau menyengat, lalu tutupi kembali area piringan dengan tanah segar yang dicampur bahan organik matang.
Untuk pencegahan jangka panjang selama 5 hingga 6 bulan musim hujan, berikan agens hayati pengurai tanah seperti jamur antagonis atau mikroba perombak setiap 3 bulan sekali. Penambahan kompos sebanyak 3 sampai 5 kg per rumpun yang dicampur dengan kapur dolomit 200 gram dapat meningkatkan pH tanah serta menekan perkembangan patogen pembusuk akar. Pastikan piringan bebas dari gulma tebal agar sirkulasi udara di sekitar pangkal batang tetap terjaga.





