Hama pertama yang paling sering merusak daun pisang adalah ulat penggulung daun yang aktif menyerang pada musim hujan dengan intensitas tinggi. Gejala awalnya ditunjukkan oleh helaian daun muda yang menggulung ke arah dalam, tempat ulat bersembunyi sambil memakan jaringan hijau daun dari bagian dalam. Jika dibiarkan tanpa penanganan selama dua minggu berturut-turut, luasan daun yang rusak akan menghambat proses fotosintesis secara signifikan dan membuat tandan buah kerdil. Pengendalian mekanis dengan memotong dan memusnahkan daun yang tergulung pada pagi hari merupakan langkah awal yang paling efektif sebelum populasi hama meledak di kebun.
Selain daun, bagian batang dan buah pisang juga rentan terhadap serangan penggerek batang serta kutu putih yang menurunkan nilai jual panen secara drastis. Penggerek batang biasanya masuk melalui lubang kecil di pelepah, meninggalkan serbuk gergaji halus, dan membuat batang mudah patah saat diterpa angin kencang di musim pancaroba. Sementara itu, koloni kutu putih gemar bergerombol di balik tandan buah muda, menghisap cairan tanaman, dan meninggalkan embun madu yang memicu pertumbuhan jamur hitam. Pembersihan pelepah kering secara rutin setiap dua minggu sekali terbukti ampuh memutus siklus hidup kedua hama tersebut tanpa harus langsung bergantung pada bahan kimia keras.
Untuk menjaga kesehatan kebun pisang secara berkelanjutan, pekebun dianjurkan menerapkan praktik sanitasi kebun yang ketat dan pemupukan berimbang setiap tiga bulan sekali. Hindari membiarkan gulma tumbuh terlalu tinggi di sekitar rumpun karena tempat tersebut sering menjadi sarang persembunyian hama utama sebelum berpindah ke tanaman pisang. Apabila serangan hama dirasa sudah meluas dan melampaui ambang batas ekonomi, segera konsultasikan kondisi tanaman Anda ke petugas penyuluh lapang di Balai Penyuluhan Pertanian terdekat. Ingatlah untuk selalu memprioritaskan keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri yang memadai saat melakukan penyemprotan pengendali hama di kebun.