Pisang, Daun Pisang Keriting: Diagnosis Penyebab dan Cara Mengatasinya
Robbi F / Pexels

Daun Pisang Keriting: Diagnosis Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala daun pisang keriting umumnya disebabkan oleh serangan kutu daun pembawa virus kekerdilan, cekaman air saat musim kemarau, atau kekurangan unsur hara mikro.

Jawaban singkat

Fenomena daun pisang keriting sering dijumpai para petani di berbagai daerah Indonesia, terutama saat memasuki puncak musim kemarau antara bulan Juli hingga September. Pada periode kering ini, kelembapan udara yang menurun hingga di bawah 60 persen memicu perubahan fisiologis tanaman sekaligus meningkatkan populasi hama pembawa penyakit. Daun muda yang baru keluar sering kali tampak menyempit, kaku, menggulung ke dalam, atau tepi daunnya bergelombang tidak teratur.

Ringkas: Pisang

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari (minimal 6-8 jam)
Penyiraman
Penyiraman rutin saat kemarau, jaga kelembapan tanah tanpa genangan
Musim
Musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman pisang menyukai tanah gembur kaya bahan organik dan tidak tahan genangan air terlalu lama.

Penyebab biologis paling berbahaya dari gejala ini adalah serangan Banana Bunchy Top Virus (BBTV) atau penyakit kerdil pisang yang ditularkan oleh vektor kutu daun Pentalonia nigronervosa. Kutu daun kecil berwarna cokelat gelap ini berkembang sangat cepat pada suhu udara hangat. Infeksi virus menyebabkan pelepah daun memendek, kaku, dan berkumpul di pucuk tanaman menyerupai kipas, yang berpotensi menggagalkan panen hingga 100 persen jika tidak ditangani dengan cepat.

Selain infeksi virus, cekaman air pada musim kemarau panjang tanpa porsi penyiraman yang memadai (minimal 20 hingga 30 liter per rumpun setiap 3 hari) memicu mekanisme pertahanan tanaman dengan menggulungkan daun guna mengurangi laju penguapan. Faktor defisiensi hara mikro seperti boron dan kalsium sebanyak 10 hingga 15 gram per pohon juga menjadi pemicu daun muda tumbuh kerdil, melengkung, dan tidak mampu membuka secara sempurna.

Langkah penanganan daun keriting harus disesuaikan secara presisi berdasarkan hasil diagnosis di lapangan. Apabila tanaman terkonfirmasi terserang virus, eradikasi penuh dengan membongkar seluruh rumpun hingga bonggol adalah jalur utama. Tindakan ini dipadukan dengan pemberian mulsa organik setebal 10 sentimeter di piringan tanaman dan pembersihan sisa tanaman secara berkala untuk memutus rantai hidup vektor penular.

Penyebab & Cara Mengatasi

Banana Bunchy Top Virus (BBTV)

Ciri: Daun muda tumbuh sangat pendek, kaku, tegak berkumpul di pucuk seperti kipas, tepi daun menguning, dan terdapat garis hijau tua pada tangkai daun.

Solusi: Eradikasi atau dongkel seluruh rumpun terinfeksi hingga ke bonggolnya, lalu bakar atau kubur jauh dari areal kebun.

Cekaman Air (Kekeringan)

Ciri: Daun menggulung membujur ke dalam, tampak layu pada siang hari, dan kondisi tanah di piringan rumpun retak-retak.

Solusi: Lakukan penyiraman teratur 20 hingga 30 liter air per rumpun setiap 3 hari sekali dan pasang mulsa jerami setebal 10 cm.

Serangan Kutu Daun (Pentalonia nigronervosa)

Ciri: Terdapat koloni kutu kecil berwarna cokelat kehitaman berkerumun di balik pelepah muda dan pangkal batang, sering disertai embun jelut.

Solusi: Bersihkan gulma di piringan, semprotkan sabun kalium atau minyak nabati, dan konsultasikan penggunaan insektisida ke BPP.

Kekurangan Hara Mikro (Boron)

Ciri: Daun muda tumbuh melengkung keriting, tepi daun tidak rata atau terbelah, serta muncul garis-garis putih transparan sejajar tulang daun.

Solusi: Berikan pupuk mikro yang mengandung unsur boron sesuai dosis petunjuk label pada tanah di sekeliling piringan rumpun.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan rutin seminggu sekali pada pelepah dan pucuk daun muda untuk mendeteksi gejala keriting sejak dini.
  2. Identifikasi penyebab keriting dengan memeriksa keberadaan koloni kutu daun cokelat serta pola kelainan pada bentuk daun.
  3. Segera bongkar dan musnahkan rumpun pisang yang menunjukkan gejala kerdil BBTV agar tidak menularkan virus ke tanaman sehat di sekitarnya.
  4. Gunakan mulsa organik setebal 10 cm di sekitar rumpun dan jaga pasokan air minimal 20-30 liter per rumpun per penyiraman selama kemarau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pisang yang terkena virus daun keriting (BBTV) masih bisa berbuah?

Pisang yang terinfeksi virus BBTV sejak fase vegetatif tidak akan dapat berbuah. Jika terinfeksi menjelang fase generatif, buah yang keluar akan berukuran sangat kecil, kaku, dan tidak layak dikonsumsi.

Bolehkah menanam bibit pisang baru di bekas lubang tanaman yang pernah terkena BBTV?

Tidak disarankan langsung menanam di lubang yang sama. Istirahatkan lahan selama 3 hingga 6 bulan, bersihkan sisa bonggol tua secara total, lakukan pengapuran tanah, dan tambahkan kompos sebelum menanam kembali.

Apakah penyiraman yang cukup bisa menyembuhkan daun pisang yang sudah keriting akibat virus?

Tidak. Penyiraman hanya menyembuhkan daun keriting yang disebabkan oleh cekaman kekeringan. Daun yang keriting akibat infeksi virus tidak bisa sembuh dan tanaman harus segera dimusnahkan.

Bagaimana cara membedakan keriting karena kekurangan air dengan serangan virus?

Daun keriting akibat kekeringan biasanya melipat membujur dan segar kembali setelah disiram. Sedangkan keriting akibat virus membuat pelepah memendek, tebal, kaku, dan tidak berubah meskipun disiram air.

Lebih lanjut tentang Pisang

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.