Menentukan waktu petik yang akurat sangat krusial karena buah malaka tidak akan mengalami pematangan optimal jika dipetik terlalu muda. Buah siap panen ditandai dengan perubahan warna kulit dari hijau pekat menjadi hijau kekuningan atau sedikit keemasan yang agak transparan. Ukuran buah matang konsumsi rata-rata mencapai diameter 2,5 hingga 3,5 centimeter dengan garis-garis rusuk vertikal yang terlihat jelas dan warna biji di dalamnya telah berubah menjadi cokelat tua.
Teknik pemanenan harus dilakukan secara hati-hati tanpa merusak ranting tempat tumbuhnya bakal bunga musim berikutnya. Pemetikan idealnya menggunakan gunting pangkas buah yang tajam dengan memotong tangkai buah sekitar 2 hingga 3 millimeter dari pangkal buah, atau menggunakan galah berujung pisau yang dilengkapi kantong kain. Hindari menggoyang batang secara kasar atau memukul dahan dengan bambu karena buah malaka yang memar akibat jatuh ke tanah akan membusuk dalam waktu 2 sampai 3 hari.
Setelah dipetik, tempatkan buah malaka dalam wadah keranjang plastik yang dialasi daun pisang atau kain bersih dengan penumpukan maksimal setinggi 30 centimeter untuk mencegah buah bagian bawah tertindih. Pada suhu ruang 27 hingga 30 derajat Celsius, buah segar yang utuh dapat bertahan selama 7 hingga 10 hari, sedangkan penyimpanan pada fasilitas pendingin dengan suhu 10 hingga 12 derajat Celsius dan kelembapan 85 hingga 90 persen mampu memperpanjang kesegaran buah hingga 25 hari.