Penyebab utama yang sering dijumpai di lapangan adalah drainase tanah yang buruk selama puncak musim hujan pada bulan Desember hingga Februari. Tanah yang tergenang air lebih dari 48 jam akan merusak perakaran halus dan memicu pembusukan, sehingga serapan oksigen terhenti dan daun bagian bawah menguning secara serentak. Pembuatan saluran drainase atau rorak sedalam 30-40 cm di sekitar piringan pohon sangat efektif mengalirkan kelebihan air.
Faktor berikutnya adalah defisiensi unsur hara makro dan mikro, terutama nitrogen serta zat besi, yang parah terjadi saat musim kemarau dry-spell dari Juli hingga September. Penyiraman yang kurang teratur membuat nutrisi tanah tidak terlarut sempurna sehingga tidak terbawa ke tajuk tanaman. Pemberian pupuk organik matang sebanyak 10-15 kg per pohon setiap 6 bulan sekali mampu menjaga kesuburan tanah dan warna hijau daun.
Selain itu, serangan hama pengisap seperti tungau dan kutu daun sering meningkat pesat ketika kelembapan udara turun di bawah 60 persen. Hama ini mengisap cairan sel daun dari permukaan bawah, menghasilkan bintik-bintik kuning yang lambat laun merusak seluruh helai daun. Melakukan pemangkasan pemeliharaan sebanyak 15-20 persen tajuk yang terlalu rimbun dapat membuka penetrasi sinar matahari dan memperlancar sirkulasi udara.