Cara Menanam Malaka dari Awal sampai Panen

Menanam pohon malaka memerlukan pemilihan bibit vegetatif berkualitas, pembuatan lubang tanam 60x60x60 cm yang diberi pupuk kandang, serta perawatan rutin hingga panen pada umur 3 sampai 4 tahun.

Jawaban singkat

Tanaman malaka atau amla (Phyllanthus emblica) sangat cocok ditanam di iklim tropis Indonesia, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Pohon ini menyukai lokasi terbuka yang mendapatkan paparan sinar matahari penuh sepanjang hari. Penanaman paling ideal dilakukan pada awal musim hujan, sekitar bulan Oktober atau November, agar bibit muda mendapatkan pasokan air yang cukup untuk pembentukan sistem akar baru. Untuk budidaya rumahan atau kebun produktif, sangat disarankan menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau sambung pucuk setinggi 50-70 cm agar tanaman lebih cepat berbuah.

Ringkas: Malaka

Cahaya
Sinar matahari penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang, siram 2-3 kali seminggu saat kemarau
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pohon malaka sangat responsif terhadap pemangkasan bentuk di tahun-tahun awal pertumbuhan.

Persiapan lahan diawali dengan membuat lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm dengan jarak antar tanaman sekitar 6x6 meter atau 8x8 meter. Pisahkan tanah galian bagian atas dan bawah, lalu campurkan tanah bagian atas dengan 10-15 kg pupuk kandang matang dan 200 gram pupuk SP-36. Masukkan kembali campuran tanah tersebut ke dalam lubang dan biarkan dianginkan selama 2 minggu sebelum penanaman. Saat menanam, lepaskan kantong plastik polibag secara perlahan agar bola akar tidak pecah, masukkan bibit tegak lurus, padatkan tanah di sekeliling pangkal batang, dan pasang ajir bambu setinggi 1,5 meter sebagai penyangga.

Pemeliharaan rutin pada tahun pertama berfokus pada penyiraman dan pemupukan secara berkala. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 5-10 liter air per pohon setiap 2 hari sekali, sedangkan pada musim hujan penyiraman disesuaikan dengan kelembapan tanah. Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan 100-250 gram pupuk NPK seimbang per pohon dengan cara ditabur melingkar di bawah tajuk tanaman. Pemangkasan bentuk juga perlu dilakukan pada tahun ke-1 dan ke-2 untuk membuang tunas air serta menyisakan 3-4 cabang utama yang tumbuh seimbang ke berbagai arah.

Tanaman malaka yang berasal dari bibit vegetatif umumnya mulai berbuah pada umur 3 sampai 4 tahun setelah tanam. Buah siap dipanen ketika ukurannya telah optimal dan warnanya berubah dari hijau muda menjadi kuning kehijauan yang agak transparan, biasanya berlangsung pada periode bulan Maret hingga Mei. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah menggunakan gunting pangkas agar tidak merusak tangkai daun dan bakal bunga periode berikutnya. Dalam satu musim panen, pohon dewasa yang terawat baik dapat menghasilkan 30 hingga 50 kg buah segar.

Langkah-langkah

  1. Pemilihan Bibit dan Lahan: Pilih bibit okulasi yang sehat setinggi minimal 50 cm dan siapkan lahan terbuka yang menerima sinar matahari penuh sepanjang hari.
  2. Pengolahan Lubang Tanam: Buat lubang tanam 60x60x60 cm, campurkan tanah galian dengan 10-15 kg pupuk kandang matang, dan diamkan selama 14 hari.
  3. Penanaman Bibit: Lepas polibag dengan hati-hati, masukkan bibit ke tengah lubang tanam sebatas leher akar, padatkan tanah, lalu siram dengan 5 liter air.
  4. Perawatan dan Pemupukan Susulan: Lakukan penyiraman berkala saat kemarau, beri pupuk NPK seimbang setiap 3 bulan, dan pangkas cabang yang saling bersilangan.
  5. Pemanenan Buah: Petik buah malaka yang telah matang ditandai warna kuning kehijauan transparan pada umur 3-4 tahun setelah tanam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama tanaman malaka yang ditanam dari biji dapat berbuah?

Tanaman malaka yang ditanam langsung dari biji membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 tahun untuk mulai berbuah, jauh lebih lama dibandingkan bibit okulasi yang berbuah dalam 3-4 tahun.

Apakah tanaman malaka bisa ditanam di dalam pot (tabulampot)?

Bisa, pilih pot berdiameter minimal 60 cm dengan media tanam yang poros. Namun, ukuran pohon dan jumlah produksi buah tidak akan sebanyak jika ditanam langsung di lahan terbuka.

Mengapa bunga tanaman malaka sering rontok sebelum menjadi buah?

Kerontokan bunga umumnya disebabkan oleh stres kekurangan air saat fase pembungaan, terpaan angin kencang, atau kekurangan unsur hara mikro seperti boron.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemupukan susulan?

Waktu terbaik melakukan pemupukan susulan adalah pada awal musim hujan dan akhir musim hujan saat kelembapan tanah sangat mendukung penyerapan hara oleh akar.

Apakah pohon malaka tahan terhadap kekeringan?

Ya, pohon malaka dewasa memiliki sistem perakaran yang dalam sehingga cukup tahan terhadap kekeringan, namun tetap membutuhkan air yang cukup pada fase pembentukan buah.

Lebih lanjut tentang Malaka

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.