Persiapan lahan diawali dengan membuat lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm dengan jarak antar tanaman sekitar 6x6 meter atau 8x8 meter. Pisahkan tanah galian bagian atas dan bawah, lalu campurkan tanah bagian atas dengan 10-15 kg pupuk kandang matang dan 200 gram pupuk SP-36. Masukkan kembali campuran tanah tersebut ke dalam lubang dan biarkan dianginkan selama 2 minggu sebelum penanaman. Saat menanam, lepaskan kantong plastik polibag secara perlahan agar bola akar tidak pecah, masukkan bibit tegak lurus, padatkan tanah di sekeliling pangkal batang, dan pasang ajir bambu setinggi 1,5 meter sebagai penyangga.
Pemeliharaan rutin pada tahun pertama berfokus pada penyiraman dan pemupukan secara berkala. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 5-10 liter air per pohon setiap 2 hari sekali, sedangkan pada musim hujan penyiraman disesuaikan dengan kelembapan tanah. Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan 100-250 gram pupuk NPK seimbang per pohon dengan cara ditabur melingkar di bawah tajuk tanaman. Pemangkasan bentuk juga perlu dilakukan pada tahun ke-1 dan ke-2 untuk membuang tunas air serta menyisakan 3-4 cabang utama yang tumbuh seimbang ke berbagai arah.
Tanaman malaka yang berasal dari bibit vegetatif umumnya mulai berbuah pada umur 3 sampai 4 tahun setelah tanam. Buah siap dipanen ketika ukurannya telah optimal dan warnanya berubah dari hijau muda menjadi kuning kehijauan yang agak transparan, biasanya berlangsung pada periode bulan Maret hingga Mei. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah menggunakan gunting pangkas agar tidak merusak tangkai daun dan bakal bunga periode berikutnya. Dalam satu musim panen, pohon dewasa yang terawat baik dapat menghasilkan 30 hingga 50 kg buah segar.