Penyiraman menjadi kunci utama pada masa awal pertumbuhan bibit malaka di lapangan. Pada umur 1 sampai 6 bulan setelah tanam, siram tanaman sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu dengan volume 10 hingga 15 liter per pohon selama musim kemarau. Ketika memasuki musim hujan, hentikan penyiraman rutin dan pastikan parit drainase di sekeliling piringan tanaman memiliki kedalaman minimal 30 cm agar air hujan tidak menggenang di sekitar pangkal batang.
Pemupukan teratur sangat menentukan tingkat kesuburan daun dan pembentukan cabang baru. Berikan pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 6 bulan sekali, yaitu pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Buat parit melingkar sedalam 10 cm tepat di bawah lingkar tajuk luar, taburkan pupuk organik tersebut, lalu tutup kembali dengan tanah gembur.
Pemangkasan rutin perlu dilakukan untuk membentuk kerangka pohon yang seimbang dan produktif. Lakukan pemangkasan bentuk saat tanaman mencapai tinggi 1 meter untuk merangsang munculnya 3 sampai 4 cabang primer. Selanjutnya, setiap setahun sekali pasca panen atau di akhir musim hujan, bersihkan tunas air, cabang yang sakit, serta ranting yang saling bersilangan agar sirkulasi udara dan cahaya matahari dapat menembus seluruh bagian tajuk.