Pada fase vegetatif (usia 0 hingga 3 tahun), fokus pemupukan bertujuan untuk memperkuat perakaran dan memperbanyak pelepah daun. Berikan pupuk organik kompostase matang sebanyak 20 hingga 30 kg per pohon per tahun yang dibagi dalam 2 kali aplikasi, yaitu pada awal musim hujan (Oktober) dan akhir musim hujan (April). Tambahkan pupuk NPK seimbang 15-15-15 sebanyak 300 hingga 500 gram per pohon setiap 3 bulan sekali dengan sistem tabur melingkar.
Memasuki fase generatif (usia 4 tahun ke atas), formula pemupukan digeser untuk merangsang pembungaan dan pengisian buah. Kurangi unsur Nitrogen dan tingkatkan unsur Kalium serta Fosfor menjelang musim kemarau (Mei hingga Juni). Aplikasikan pupuk tinggi Kalium dan Fosfor sebanyak 1 hingga 1,5 kg per pohon yang dibagi dalam 3 kali pemberian, ditambah pemberian pupuk mikro Boron sebanyak 50 gram per pohon untuk mencegah kerontokan bakal buah.
Teknik aplikasi pupuk yang paling efektif di wilayah Indonesia adalah dengan sistem rorak atau parit melingkar di bawah lingkar tajuk luar (sekitar 1 hingga 1,5 meter dari batang utama). Parit dibuat sedalam 15 hingga 20 cm, lalu pupuk dimasukkan dan ditutup kembali dengan tanah. Pemberian kapur dolomit sebanyak 1 hingga 2 kg per pohon per tahun juga diperlukan untuk menjaga pH tanah tetap di angka ideal 6,5 hingga 7,5.