Panduan Tepat Pemupukan Kurma di Iklim Tropis Indonesia

Pemupukan kurma yang tepat menggabungkan pupuk organik berkala dan pupuk makro-mikro sesuai fase pertumbuhan untuk memicu pembungaan optimal di Indonesia.

Jawaban singkat

Budidaya kurma (Phoenix dactylifera) di Indonesia membutuhkan strategi pemupukan khusus agar dapat beradaptasi dengan curah hujan tinggi dan kelembapan tropis. Tanaman kurma memerlukan hara makro Nitrogen, Fosfor, dan Kalium serta hara mikro seperti Boron dan Magnesium secara seimbang. Pemberian nutrisi yang teratur sangat menentukan kecepatan pertumbuhan pelepah pada fase vegetatif dan keberhasilan pembentukan seludang bunga pada fase generatif.

Ringkas: Kurma

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam/hari)
Penyiraman
Sedang, butuh media tanah yang sangat poros
Musim
Sepanjang tahun (puncak pembuahan di musim kemarau)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Penyerbukan buatan secara manual mutlak diperlukan agar pohon kurma betina berbuah maksimal.

Pada fase vegetatif (usia 0 hingga 3 tahun), fokus pemupukan bertujuan untuk memperkuat perakaran dan memperbanyak pelepah daun. Berikan pupuk organik kompostase matang sebanyak 20 hingga 30 kg per pohon per tahun yang dibagi dalam 2 kali aplikasi, yaitu pada awal musim hujan (Oktober) dan akhir musim hujan (April). Tambahkan pupuk NPK seimbang 15-15-15 sebanyak 300 hingga 500 gram per pohon setiap 3 bulan sekali dengan sistem tabur melingkar.

Memasuki fase generatif (usia 4 tahun ke atas), formula pemupukan digeser untuk merangsang pembungaan dan pengisian buah. Kurangi unsur Nitrogen dan tingkatkan unsur Kalium serta Fosfor menjelang musim kemarau (Mei hingga Juni). Aplikasikan pupuk tinggi Kalium dan Fosfor sebanyak 1 hingga 1,5 kg per pohon yang dibagi dalam 3 kali pemberian, ditambah pemberian pupuk mikro Boron sebanyak 50 gram per pohon untuk mencegah kerontokan bakal buah.

Teknik aplikasi pupuk yang paling efektif di wilayah Indonesia adalah dengan sistem rorak atau parit melingkar di bawah lingkar tajuk luar (sekitar 1 hingga 1,5 meter dari batang utama). Parit dibuat sedalam 15 hingga 20 cm, lalu pupuk dimasukkan dan ditutup kembali dengan tanah. Pemberian kapur dolomit sebanyak 1 hingga 2 kg per pohon per tahun juga diperlukan untuk menjaga pH tanah tetap di angka ideal 6,5 hingga 7,5.

Langkah-langkah

  1. Buat parit melingkar (rorak) sedalam 15-20 cm tepat di bawah tepi tajuk daun kurma.
  2. Masukkan pupuk organik atau kompos matang secara merata ke dalam parit sebagai lapisan dasar.
  3. Taburkan pupuk makro (NPK/KCL) dan pupuk mikro Boron di atas lapisan kompos sesuai dosis fase tanaman.
  4. Tutup kembali parit dengan tanah galian lalu siram area pemupukan hingga lembap agar hara cepat diserap akar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali kurma harus dipupuk dalam setahun di Indonesia?

Pupuk organik diberikan 2 kali setahun pada awal dan akhir musim hujan, sedangkan pupuk kimia makro diberikan secara berkala setiap 3 hingga 4 bulan sekali.

Apakah pupuk kandang bisa langsung ditabur ke tanaman kurma?

Tidak, pupuk kandang wajib difermentasi atau dikomposkan hingga matang sempurna sebelum digunakan agar tidak menimbulkan panas dan membawa patogen jamur pada akar kurma.

Mengapa kurma sering berbunga tetapi buahnya mudah rontok?

Kerontokan buah kurma umumnya disebabkan oleh kekurangan unsur mikro Boron dan Kalium, serta penyerbukan yang kurang maksimal atau tingkat kelembapan udara yang terlalu tinggi.

Kapan waktu terbaik memberikan pupuk pemacu buah pada kurma?

Pupuk pemacu buah tinggi Kalium dan Fosfor sebaiknya diberikan 1 hingga 2 bulan sebelum prediksi munculnya seludang bunga, umumnya menjelang awal musim kemarau.

Lebih lanjut tentang Kurma

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.