Hama utama yang paling berbahaya adalah kumbang moncong merah dan kumbang tanduk. Pemilik kebun wajib melakukan pemeriksaan fisik pada pangkal batang dan pucuk tanaman sedikitnya 2 kali seminggu untuk mendeteksi lubang gerekan, cairan cokelat berbau busuk, atau serat kayu yang keluar.
Memasuki musim kemarau antara bulan April hingga September, hama kutu perisai dan tungau sering berkembang pesat mengisap cairan daun. Sebaliknya, pada musim hujan dari Oktober hingga Maret, kelembapan tinggi memicu timbulnya ulat pemakan buah dan pembusukan jaringan bekas serangan hama.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus diterapkan dengan memangkas 3 hingga 5 pelepah tua per pohon setiap 3 bulan sekali, memasang 1 unit perangkap feromon per 500 meter persegi, serta memanfaatkan agens hayati secara berkala demi menjaga kelestarian ekosistem kebun.