Pengairan harus disesuaikan secara disiplin antara musim kemarau dan musim hujan. Pada musim kemarau, pohon kurma muda usia 1 sampai 3 tahun membutuhkan penyiraman sebanyak 20 hingga 30 liter air per pohon yang diberikan 2 kali seminggu. Memasuki musim hujan, penyiraman dapat dihentikan sepenuhnya, namun saluran drainase melingkar dengan kedalaman 30 cm di sekeliling piringan pohon harus dipastikan lancar agar air tidak menggenang. Genangan air berlebih yang berlangsung lebih dari 24 jam dapat memicu serangan jamur patogen pada sistem perakaran.
Pemupukan berimbang dilakukan secara berkala 4 kali dalam setahun untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan generatif. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 20 hingga 30 kg per pohon yang dibagi dalam dua tahap, yaitu pada awal musim hujan (Oktober-November) dan akhir musim hujan (Maret-April). Pemupukan makro NPK diberikan setiap 3 bulan sekali dengan dosis disesuaikan umur tanaman, ditabur melingkar sejajar tajuk daun luar, kemudian ditutup tanah tipis dan disiram hingga lembap.
Perawatan rutin meliputi pemangkasan pelepah tua, pembersihan serabut batang, dan penyerbukan buatan saat masa berbunga. Pangkas pelepah bawah yang sudah menguning atau membentuk sudut lebih kecil dari 45 derajat menggunakan gergaji pangkas yang steril. Karena angin dan serangga di wilayah tropis kurang efektif menyebarkan serbuk sari akibat kelembapan tinggi, penyerbukan manual harus dilakukan dalam waktu 24 sampai 48 jam setelah seludang bunga betina mekar dengan cara menyelipkan seludang bunga jantan ke dalam ikatan bunga betina.