Salah satu masalah yang paling sering ditemukan di perkebunan kurma nasional adalah bercak daun Graphiola dan busuk umbut. Bercak daun ditandai dengan munculnya kutil-kutil kecil berukuran 1 hingga 3 milimeter pada pelepah tua, sementara busuk umbut akibat infeksi Phytophthora dapat mematikan titik tumbuh tanaman jika tidak ditangani sejak dini.
Pengendalian penyakit kurma memerlukan pembuatan saluran drainase yang baik dengan kedalaman minimal 50 hingga 60 centimeter di sekeliling area tanam. Sanitasi kebun juga wajib dilakukan dengan memangkas 2 hingga 4 pelepah tua yang terinfeksi berat setiap bulan, lalu membakarnya jauh dari area perkebunan untuk memutus siklus penularan spora jamur.
Pada musim kemarau antara Mei hingga September, kecukupan air tetap perlu dijaga sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon setiap dua hari sekali tanpa membasahi bagian pelepah atas. Kombinasi pemupukan berimbang dengan pemantauan rutin sepekan sekali akan meningkatkan imunitas pohon kurma terhadap serangan patogen berbahaya.