Ciri utama buah mundu yang siap dipanen ditandai dengan perubahan warna kulit dari hijau pekat menjadi kuning cerah atau jingga muda secara menyeluruh. Selain warna, aroma khas buah mundu akan tercium manis segar saat dihirup dari jarak 5 hingga 10 sentimeter. Tekstur buah yang siap petik terasa agak lunak ketika ditekan secara perlahan dengan ibu jari, berbeda dengan buah muda yang sangat keras dan kaya akan getah kuning yang lengket.
Frekuensi pemetikan sebaiknya dilakukan 2 hingga 3 hari sekali selama periode puncak pemanenan yang berlangsung sekitar 30 hingga 45 hari. Hindari memanen buah sekaligus dalam satu waktu karena tingkat kematangan pada satu pohon tidak pernah seragam. Pemetikan ideal dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB saat suhu udara masih sejuk untuk meminimalkan laju respirasi dan pembusukan pascapanen.
Dalam satu musim panen, satu pohon mundu dewasa berumur di atas 10 tahun mampu menghasilkan 30 hingga 50 kilogram buah segar. Penanganan pascapanen harus dilakukan dengan cermat karena kulit mundu rentan memar jika tertindih beban lebih dari 2 kilogram dalam wadah angkut. Buah segar yang dipanen dengan tangkai utuh dapat disimpan pada suhu ruang 25 hingga 28 derajat Celsius selama 4 hingga 6 hari sebelum dikonsumsi atau diolah.