Gejala serangan penyakit pada pohon mundu umumnya ditandai dengan munculnya bercak cokelat melingkar pada permukaan daun muda serta timbulnya warna kemerahan pada ranting. Jika sistem drainase tanah kurang baik dan air tergenang selama lebih dari 24 jam, akar tanaman akan mudah terinfeksi patogen busuk akar. Akibatnya, penyerapan hara terganggu sehingga daun menguning secara mendadak, membendung pertumbuhan buah, dan pada kasus berat dapat menyebabkan kematian pohon dalam kurun waktu 2 hingga 4 minggu.
Pengendalian penyakit mundu harus mengutamakan tindakan sanitasi kebun dan pemeliharaan teknis secara teratur. Pekebun disarankan melakukan pemangkasan kanopi sebesar 20 hingga 30 persen pada awal musim kemarau untuk memastikan kecukupan sinar matahari yang masuk hingga ke pangkal batang. Selain itu, pemberian kompos terdekomposisi sempurna sebanyak 10 hingga 20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali dapat meningkatkan ketahanan alami jaringan tanaman terhadap serangan mikroba parasit.
Apabila gejala penyakit sudah mulai menyebar pada lebih dari 15 persen bagian tajuk tanaman, pemanfaatan agens hayati dan tindakan korektif perlu segera diterapkan. Penyemprotan larutan hayati sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 08.00 agar penyerapan lebih optimal. Jika infeksi berlanjut, konsultasikan penggunaan bahan aktif kimia yang sesuai dengan panduan penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang aman dan efektif.