Sebaliknya, memasuki musim kemarau pada bulan Mei hingga September, kekurangan pasokan air dan defisiensi hara makro seperti nitrogen serta mikro seperti zat besi menjadi pemicu utama klorosis. Tanaman mundu berumur 1 hingga 3 tahun membutuhkan penyiraman rutin 2 kali sehari sebanyak 5 hingga 10 liter per pohon. Pemupukan organik dengan kompos matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap 4 bulan sangat dianjurkan untuk menjaga ketersediaan hara makro dan mikro tanah.
Selain faktor fisiologis, serangan hama seperti kutu perisai dan thrips yang sering melonjak populasinya pada masa peralihan musim dapat merusak jaringan daun. Hama ini mengisap cairan sel daun sehingga timbul bercak kuning tidak teratur yang lama-kelamaan meluas. Sanitasi kebun dengan membersihkan gulma radius 1,5 meter dari pangkal batang dan pemangkasan cabang yang terlalu rimbun setiap 6 bulan sekali efektif mengurangi kelembapan mikro yang disukai hama.
Kondisi pH tanah yang terlalu asam di bawah 5,5 juga mengunci penyerapan unsur zat besi dan magnesium oleh akar mundu. Pengukuran pH tanah secara berkala setiap 6 bulan sekali menggunakan pH meter sangat penting dilakukan. Jika pH terlalu rendah, pemberian kapur pertanian sebanyak 250 hingga 500 gram per meter persegi di sekeliling tajuk dapat memperbaiki struktur tanah dan mengembalikan kesegaran warna hijau daun mundu dalam waktu 3 hingga 4 minggu.