Memasuki fase generatif atau tanaman siap berbuah pada usia di atas 4 tahun, kebutuhan unsur hara fosfor dan kalium meningkat tajam. Aplikasi pupuk gandaria berkadar fosfor dan kalium tinggi perlu diberikan sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon pada awal musim kemarau, tepat saat tunas bunga mulai terangsang. Pemupukan susulan dengan bahan organik terkomposisi sebanyak 20 kilogram per pohon dilakukan menjelang puncak musim hujan untuk menjaga kelembapan tanah dan kekuatan akar.
Cara pengaplikasian pupuk gandaria tidak boleh dilakukan sembarangan atau menempel langsung pada batang utama tanaman. Buatlah parit melingkar di bawah tajuk luar tanaman sejauh 50 hingga 100 sentimeter dari batang, dengan kedalaman parit sekitar 15 hingga 20 sentimeter. Masukkan pupuk ke dalam parit tersebut lalu tutup kembali dengan tanah tipis untuk mencegah penguapan unsur nitrogen dan penyucian nutrisi oleh air hujan.
Jadwal pemupukan hendaknya disesuaikan dengan ritme iklim Indonesia, di mana pemupukan organik berat dilakukan pada bulan Oktober atau November, sedangkan pemupukan generatif dilakukan pada bulan Mei atau Juni. Penyiraman yang cukup sebanyak 20 hingga 30 liter air per pohon wajib dilakukan segera setelah aplikasi pupuk jika pemupukan dilakukan di tengah musim kemarau. Dengan pola pemeliharaan teratur ini, tanaman gandaria dapat berbuah lebat secara stabil setiap tahunnya.