Penyakit Gandaria: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Mengenali gejala penyakit gandaria secara dini dan menerapkan sanitasi tajuk serta pemangkasan teratur dapat menyelamatkan kualitas daun dan panen buah Anda.

Jawaban singkat

Pohon gandaria (Bouea macrophylla) merupakan tanaman buah tropis khas Indonesia yang cukup tangguh, tetapi tetap rentan terhadap serangan berbagai penyakit tanaman. Pada periode peralihan musim dari kemarau ke musim hujan yang berlangsung antara bulan September hingga November, kelembapan udara yang tinggi memicu perkembangbiakan jamur patogen secara cepat. Petani dan pekebun sering mendapati produktivitas pohon gandaria dewasa berumur di atas 5 tahun menurun akibat kerusakan pada daun muda dan bakal buah.

Ringkas: Gandaria

Cahaya
Matahari penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang, siram 1 kali sehari saat kemarau
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pohon berukuran besar, membutuhkan ruang tumbuh luas dan drainase tanah yang baik.

Salah satu ancaman utama pada pertanaman gandaria adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum. Gejala khasnya berupa bercak-bercak cokelat kehitaman berdiameter 2 hingga 5 milimeter pada daun muda yang dapat menyebabkan daun mengkerut lalu gugur secara prematur. Jika infeksi terjadi pada saat pembungaan di bulan Agustus, bunga gandaria akan menghitam, mengering, dan gagal membentuk bakal buah, sehingga berpotensi menurunkan hasil panen hingga 70 persen.

Selain antraknosa, penyakit jamur jelut juga sering meluas pada musim kemarau antara bulan Mei hingga Agustus. Jamur jelut ini ditandai dengan lapisan hitam mirip jelaga yang menutupi permukaan atas daun gandaria, yang sebenarnya tumbuh di atas embun madu hasil ekskresi kutu daun atau kutu perisai. Walaupun tidak merusak jaringan daun secara langsung, lapisan jelaga hitam ini menghalangi masuknya cahaya matahari sebesar 40 hingga 60 persen, yang mengganggu proses fotosintesis dan membuat pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.

Penanganan penyakit pada pohon gandaria membutuhkan pendekatan terpadu yang memadukan pemangkasan pemeliharaan, sanitasi kebun, serta aplikasi agens hayati. Pemangkasan tajuk bagian dalam yang teratur seminggu setelah panen terbukti menurunkan kelembapan mikro dan meningkatkan penetrasi sinar matahari hingga ke pangkal dahan. Apabila infeksi jamur berlanjut, konsultasikan penggunaan fungisida terdaftar kepada petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat untuk mendapatkan petunjuk teknis yang tepat dan aman.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum sp.)

Ciri: Bercak cokelat hingga hitam bertepi tegas pada daun muda, bunga menghitam dan gugur, serta timbul cekungan bercak hitam pada buah menjelang matang.

Solusi: Potong dan bakar bagian tanaman yang terinfeksi, pangkas cabang internal untuk melancarkan sirkulasi udara, dan aplikasikan fungisida hayati atau bahan aktif rekomendasi BPP.

Jamur Jelut atau Embun Jelut (Meliola sp.)

Ciri: Lapisan serbuk hitam mirip jelaga menyelimuti permukaan daun dan ranting muda, sering disertai kehadiran semut atau kutu daun.

Solusi: Kendalikan serangga pembuat embun madu dengan semprotan minyak nabati atau sabun kalium, lalu bilas lapisan jelaga pada daun menggunakan semprotan air.

Busuk Akar dan Pangkal Batang (Phytophthora sp.)

Ciri: Daun menguning secara menyeluruh lalu layu tiba-tiba, serta batang bagian bawah membusuk dan mengeluarkan cairan berbau khas saat musim hujan.

Solusi: Perbaiki drainase di sekeliling piringan pohon, kurangi genangan air, dan kocor perakaran dengan agens hayati Trichoderma sp.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan sanitasi pada dahan mati, terinfeksi, dan memotong tunas air yang terlalu rapat untuk mengurangi kelembapan tajuk.
  2. Bersihkan gulma dan serasah daun kering di sekeliling piringan pohon sejauh tajuk terjauh agar tidak menjadi sarang spora jamur.
  3. Aplikasikan agens hayati seperti Trichoderma sp. atau Gliocladium sp. pada area perakaran untuk memperkuat ketahanan alami tanaman.
  4. Jika serangan penyakit jamur melebihi ambang batas, aplikasikan fungisida rekomendasi BPP setempat secara bijak dan sesuai dosis pada label produk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab daun gandaria ditutupi lapisan serbuk hitam?

Lapisan hitam tersebut adalah jamur jelut yang tumbuh pada cairan manis (embun madu) yang dikeluarkan oleh kotoran kutu daun atau kutu perisai.

Mengapa bunga gandaria sering rontok dan mengering saat musim hujan?

Gugurnya bunga umumnya disebabkan oleh serangan jamur antraknosa yang berkembang pesat dalam kondisi kelembapan tinggi selama musim hujan.

Apakah pemangkasan dahan pohon gandaria aman dilakukan saat berbuah?

Pemangkasan berat sebaiknya dihindari saat berbuah. Lakukan pemangkasan sanitasi ringan hanya pada dahan yang terserang penyakit atau mati.

Bagaimana cara mencegah penyakit busuk akar pada gandaria?

Buat parit drainase di sekeliling pohon agar air hujan tidak tergenang di pangkal batang, serta berikan kompos yang diperkaya agens hayati Trichoderma sp.

Apakah jamur jelut pada daun gandaria bisa membunuh pohon?

Jamur jelut jarang membunuh pohon secara langsung, tetapi dapat menurunkan produksi buah secara drastis karena menghambat fotosintesis.

Lebih lanjut tentang Gandaria

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.