Jenis pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang diberikan setiap 3 bulan sekali sebagai pupuk dasar. Selain itu, pupuk NPK seimbang (misal 16-16-16) atau pupuk khusus bunga (high P) dapat diberikan dengan dosis 5–10 gram per tanaman dewasa setiap 2–3 minggu. Pupuk cair organik atau pupuk daun juga bisa disemprotkan setiap 1–2 minggu untuk merangsang pembungaan. Pastikan tanah selalu lembab tetapi tidak tergenang setelah pemupukan.
Gejala kekurangan hara pada asoka antara lain daun menguning (kekurangan nitrogen), daun kecil dan kusam (kekurangan fosfor), atau tepi daun coklat (kekurangan kalium). Jika asoka tidak berbunga, kemungkinan kelebihan nitrogen atau kekurangan fosfor. Untuk mengatasinya, kurangi pupuk nitrogen dan tingkatkan pupuk fosfor (P). Pemupukan berlebihan justru bisa menyebabkan daun terbakar atau pertumbuhan vegetatif berlebihan tanpa bunga.
Tips khusus: saat musim hujan, kurangi dosis pupuk kimia 50% karena air hujan sudah membawa unsur hara. Sebaliknya, di musim kemarau, tambahkan mulsa organik di sekitar pangkal batang untuk menjaga kelembaban tanah dan memperlambat penguapan pupuk. Jangan lupa untuk menyiram tanaman sebelum dan sesudah pemupukan agar pupuk cepat larut dan tidak membakar akar.