Penyiraman asoka perlu disesuaikan dengan musim. Pada musim kemarau, siram setiap 2-3 hari sekali dengan volume air yang cukup membasahi tanah sedalam 10-15 cm. Pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi seminggu sekali jika tanah masih lembap. Hindari genangan air karena dapat menyebabkan busuk akar. Untuk mengecek kelembapan tanah, masukkan jari ke dalam tanah sedalam 2 ruas; jika terasa kering, saatnya menyiram. Gunakan air bersih yang tidak mengandung kapur tinggi.
Pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang. Dosis pupuk untuk tanaman dewasa sekitar 1-2 kg per pohon, atau 100-200 gram untuk tanaman dalam pot. Aplikasi pupuk NPK 16-16-16 juga bisa diberikan dengan dosis 5-10 gram per tanaman, tetapi ikuti petunjuk pada kemasan. Pemangkasan dilakukan setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan, untuk membentuk tajuk dan membuang cabang kering atau sakit. Pangkas cabang yang terlalu rimbun agar sirkulasi udara baik.
Hama yang sering menyerang asoka antara lain kutu daun dan ulat. Kutu daun biasanya muncul di pucuk daun baru, ditandai dengan daun mengeriting dan adanya embun madu. Untuk mengendalikannya, semprot dengan larutan sabun insektisida atau air campuran bawang putih. Ulat dapat dipetik langsung atau menggunakan Bacillus thuringiensis. Jika ada serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat. Penyakit yang umum adalah bercak daun akibat jamur, yang bisa dicegah dengan tidak menyiram daun terlalu basah dan menjaga sirkulasi udara.