Penyebab pertama adalah jamur Cercospora yang menimbulkan bercak melingkar dengan tepi kuning. Penyebab kedua adalah jamur Colletotrichum yang membuat bercak tidak beraturan dan lubang tembak (shot-hole). Penyebab ketiga adalah bakteri Erwinia yang menyebabkan busuk lunak pada batang dan daun. Ciri pembeda: bercak jamur kering dengan tepi jelas, sedangkan bercak bakteri basah dan berbau. Semua patogen ini menyebar melalui percikan air hujan, alat pangkas yang tidak steril, atau tanah yang terkontaminasi.
Langkah pengendalian dimulai dengan sanitasi: pangkas dan bakar bagian yang sakit, jangan biarkan daun jatuh menumpuk. Kurangi kelembapan dengan menyiram di pagi hari dan jaga jarak tanam agar sirkulasi udara baik. Untuk pencegahan, semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga (misal tembaga hidroksida) atau bakteri Bacillus subtilis setiap 7–10 hari saat musim hujan. Jika serangan sudah parah, aplikasikan fungisida sistemik seperti benomil atau karbendazim secara bergantian. Baca label dan konsultasi dengan penyuluh untuk dosis tepat.
Pemupukan berimbang juga penting: gunakan pupuk NPK 16-16-16 setiap 2 bulan sekali untuk menjaga ketahanan tanaman. Hindari pemupukan nitrogen berlebihan karena memicu pertumbuhan daun yang lunak dan rentan penyakit. Jika tanaman sudah terlanjur parah, lakukan peremajaan dengan stek batang sehat. Jangan lupa sterilisasi alat pangkas dengan alkohol 70% sebelum digunakan.