Ulat daun biasanya muncul pada awal musim hujan (Oktober-Desember) di daerah Jawa. Ciri serangan: daun berlubang tidak beraturan, terdapat kotoran hitam di permukaan daun. Kutu putih menyerang sepanjang tahun, terutama di musim kemarau (April-September). Gejalanya: terdapat bercak putih seperti kapas pada batang dan ketiak daun, daun menguning dan lengket karena embun madu. Kutu daun biasanya muncul saat musim pancaroba, ditandai dengan koloni serangga hijau/kecil pada pucuk dan daun muda, daun keriput dan pertumbuhan terhambat.
Pengendalian hama asoka sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan memprioritaskan metode mekanis dan biologis. Untuk ulat dan kutu, semprot dengan air bertekanan atau lap dengan kain basah untuk mengurangi populasi. Gunakan musuh alami seperti predator (kumbang Coccinellidae) atau parasitoid. Hindari penggunaan pestisida kimia spektrum luas yang dapat membunuh serangga berguna. Jika terpaksa menggunakan pestisida nabati, ekstrak daun mimba atau bawang putih bisa diaplikasikan seminggu sekali pada sore hari.
Pencegahan serangan hama dapat dilakukan dengan menjaga kondisi tanaman tetap sehat: penyiraman cukup (2-3 kali seminggu saat kemarau), pemupukan rutin dengan pupuk kandang atau kompos setiap 3 bulan, dan pemangkasan cabang yang rapat untuk meningkatkan sirkulasi udara. Hindari stres tanaman seperti kekeringan atau genangan air. Tanaman asoka yang kuat akan lebih tahan terhadap serangan hama. Jika serangan sudah parah, segera konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat agar mendapatkan rekomendasi pengendalian yang tepat.