Untuk pertumbuhan vegetatif (0–3 bulan setelah tanam), gunakan pupuk dengan kandungan nitrogen lebih tinggi, misalnya NPK 15-15-15 atau Urea. Berikan 5–10 gram per tanaman setiap 2 minggu sekali. Campurkan pupuk di sekitar pangkal batang, lalu siram dengan air. Pada fase generatif (mulai muncul calon bunga), alihkan ke pupuk dengan fosfor dan kalium tinggi, seperti NPK 12-12-17 atau MKP (Mono Kalium Fosfat) 0-52-34, dengan dosis 5 gram per tanaman setiap 10 hari.
Pupuk organik juga sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi jangka panjang. Berikan pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 1–2 kg per meter persegi pada awal tanam, lalu ulangi setiap 3 bulan. Selain itu, semprotkan pupuk daun yang mengandung Mg dan Fe setiap 2 minggu sekali pada sore hari untuk mencegah klorosis daun dan meningkatkan kualitas bunga.
Perhatikan juga kondisi tanah dan cuaca. Saat musim hujan, kurangi dosis pupuk kimia karena air hujan sudah membawa sedikit nutrisi, dan risiko pencucian hara lebih tinggi. Sebaliknya, pada musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman setelah pemupukan. Jika tanaman tampak kekuningan atau pertumbuhannya lambat, segera periksa pH tanah (idealnya 6,0–7,0) dan lakukan koreksi dengan kapur dolomit jika terlalu asam.