Ulat grayak menyerang daun dengan meninggalkan bekas gerekan tidak beraturan dan kotoran hitam. Serangan parah membuat daun tinggal tulang. Kutu daun biasanya mengerombol di pucuk dan kuncup bunga, menghisap cairan sehingga daun keriput dan mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Thrips menyebabkan bercak perak pada daun dan kuncup bunga yang kemudian mengering dan gugur. Ketiga hama ini dapat dikendalikan secara terpadu tanpa harus bergantung pada pestisida kimia.
Pengendalian mekanis bisa dilakukan dengan memotong dan membakar bagian tanaman yang terserang berat, serta memasang perangkap lampu untuk ulat grayak dewasa pada malam hari. Pengendalian hayati memanfaatkan musuh alami seperti predator kumbang Coccinella (untuk kutu daun) dan jamur entomopatogen Beauveria bassiana (untuk ulat). Semprotkan larutan bawang putih atau daun nimba setiap 5-7 hari pada sore hari saat populasi hama mulai meningkat. Jika serangan sudah parah, konsultasikan dengan penyuluh setempat untuk rekomendasi pestisida nabati yang sesuai.
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Jaga kebersihan kebun, jangan terlalu rapat dalam penanaman, dan lakukan rotasi tanaman. Pemupukan berimbang (terutama nitrogen tidak berlebihan) membuat tanaman lebih tahan. Pada musim hujan, waspadai kelembaban tinggi yang memicu jamur; pada musim kemarau, siram secara teratur untuk mengurangi stres tanaman. Dengan pemantauan rutin setiap minggu, serangan hama dapat dideteksi sejak dini dan dikendalikan sebelum meluas.