Pilih jenis pupuk berdasarkan media tanam. Untuk philodendron yang ditanam di tanah kebun, gunakan pupuk NPK granular 15-15-15 sebanyak 1 sendok teh per tanaman dewasa setiap bulan, taburkan di sekeliling pangkal batang lalu siram. Untuk tanaman dalam pot, gunakan pupuk cair organik atau kimia dengan dosis setengah dari rekomendasi label, setiap 2–3 minggu. Pupuk slow-release (misal 14-14-14) bisa diaplikasikan 1 sendok teh per pot diameter 20 cm setiap 3 bulan sekali. Hindari pemupukan saat media tanam kering; siram dulu dengan air bersih sehari sebelumnya.
Perhatikan tanda-tanda kelebihan atau kekurangan pupuk. Daun menguning bagian bawah dan pertumbuhan lambat menandakan kekurangan nitrogen: beri pupuk N tinggi. Daun menguning dengan tepi hangus dan akar terbakar menandakan kelebihan pupuk: segera siram dengan air bersih berulang kali untuk melarutkan sisa pupuk, lalu hentikan pemupukan 1–2 bulan. Daun pucat dengan urat hijau (klorosis) menandakan kekurangan zat besi: semprot daun dengan pupuk daun mengandung Fe atau beri khelat besi ke media tanam.
Pemupukan daun (foliar) bisa dilakukan untuk mempercepat penyerapan, terutama saat tanaman stres atau ingin merangsang pertumbuhan daun baru. Gunakan pupuk cair dengan N tinggi, semprot ke permukaan daun atas dan bawah pada pagi atau sore hari (hindari siang terik). Frekuensi 1–2 minggu sekali. Untuk philodendron variegata (misal 'Birkin' atau 'White Princess'), kurangi dosis pupuk nitrogen agar tidak memudarkan variegasi; gunakan pupuk dengan rasio N lebih rendah (misal 5-10-10) setiap 3 minggu.