Penyebab paling umum adalah kekurangan air. Philodendron menyukai tanah lembab tapi tidak becek. Saat musim kemarau, frekuensi penyiraman perlu ditingkatkan. Ciri khasnya: daun keriting disertai layu, ujung daun kering, dan tanah kering. Solusinya: siram hingga air keluar dari lubang drainase, lalu periksa kelembaban tanah setiap 2-3 hari.
Penyebab kedua adalah kelembaban udara rendah. Philodendron asli hutan tropis butuh kelembaban 60-80%. Di kemarau, kelembaban bisa turun drastis. Ciri: daun keriting tanpa layu, ujung daun coklat, dan daun baru kecil. Atasi dengan menyemprot daun pagi dan sore, atau letakkan wadah air di sekitar tanaman. Jangan letakkan dekat AC.
Penyebab lain termasuk serangan kutu putih atau tungau. Kutu putih terlihat seperti kapas di sela daun, sedangkan tungau menyebabkan bintik kuning dan jaring halus. Jika tidak diatasi, daun makin keriting dan rontok. Semprot dengan air sabun atau minyak neem secara rutin. Hindari sinar matahari langsung yang bisa membakar daun dan menyebabkan keriting permanen.