Penyiraman yang tidak teratur juga menjadi pemicu utama. Pada musim kemarau, idealnya Philodendron disiram 2 sampai 3 kali seminggu atau ketika 2 hingga 3 sentimeter lapisan atas media tanam terasa kering saat disentuh. Jika media tanam dibiarkan kering total lebih dari 5 hari, pembuluh vaskular pada daun muda akan mengerut permanen sehingga daun tumbuh cacat dan keriting.
Selain faktor kelembapan dan air, serangan hama pengisap cairan seperti tungau laba-laba dan thrips sangat marak terjadi pada suhu udara di atas 30 derajat Celsius. Hama ini merusak jaringan epidermis bawah daun dengan cara menusuk dan mengisap nutrisi. Akibatnya, pertumbuhan sel daun menjadi tidak seimbang dan menyebabkan permukaan daun berkerut serta melengkung ke dalam.
Kelebihan air atau drainase pot yang tersumbat juga dapat memberikan gejala serupa karena akar busuk tidak mampu menyerap air. Lakukan pemeriksaan rutin seminggu sekali pada lubang drainase pot berukuran 15 hingga 20 sentimeter dan pastikan media tanam porous dengan campuran porositas tinggi seperti sekam bakar dan pakis sebelum memberikan tindakan perbaikan.






