Penyesuaian frekuensi penyiraman sangat krusial; pada musim kemarau, cek kelembapan media tanam setinggi 3 sampai 5 sentimeter di bawah permukaan pot setiap 2 hari sekali. Jika media tanam masih terasa basah dan lengket, tunda penyiraman selama 1 hingga 2 hari. Pastikan lubang drainase pot tidak tersumbat dan gunakan campuran media porous seperti sekam bakar, cocopeat, dan pasir malang dengan rasio 2:1:1.
Paparan sinar matahari langsung di atas jam 10 pagi saat musim kemarau dapat membakar jaringan daun dan memicu klorosis lokal berupa bercak kuning kecokelatan. Pindahkan tanaman ke area yang mendapat cahaya terang tidak langsung dengan intensitas penyinaran sekitar 4 hingga 6 jam sehari. Berikan pemupukan berkala setiap 2 minggu sekali untuk memenuhi kebutuhan hara makro dan mikro tanaman.
Apabila daun kuning sudah mendominasi lebih dari 50 persen area lembaran daun, segera pangkas daun tersebut menggunakan gunting steril tepat di pangkal tangkai agar energi tanaman terfokus pada pertumbuhan tunas baru. Periksa pula bagian bawah daun secara berkala seminggu sekali untuk mengantisipasi serangan hama pengisap cairan seperti tungau laba-laba yang marak berkembang biak pada cuaca panas dan kering.






