Penggunaan media tanam yang poros dan kaya bahan organik sangat krusial untuk mencegah pembusukan akar. Racik media tanam menggunakan campuran sekam bakar, pakis cacah, kompos matang, dan sedikit cocopeat dengan perbandingan 2:2:1:1. Media ini memastikan sirkulasi udara di area perakaran berjalan baik serta mampu mempertahankan kelembapan tanpa mengendapkan air berlebih saat penyiraman.
Penyiraman Philodendron disesuaikan dengan kondisi musim di Indonesia. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu saat lapisan atas media tanam setebal 2 hingga 3 cm terasa kering. Sebaliknya, saat musim hujan dengan kelembapan udara tinggi, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1 kali seminggu untuk menghindari kondisi media tanam yang terlalu becek.
Pemupukan rutin dilakukan setiap 2 hingga 4 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk majemuk seimbang yang dilarutkan dalam air. Selain itu, pembersihan permukaan daun dari debu menggunakan kain basah setiap 2 minggu sekali sangat dianjurkan untuk memaksimalkan proses fotosintesis sehingga tanaman Philodendron tetap tampil sehat, segar, dan berdaun lebat.






