Penyebab paling sering adalah overwatering (penyiraman berlebihan). Di musim hujan, media tanam yang tidak porous seperti tanah liat atau kompos terlalu padat dapat menahan air lebih dari 3-4 hari, menyebabkan akar kekurangan oksigen dan membusuk. Ciri khas: akar lembek, berbau asam, dan daun bagian bawah menguning.
Penyebab kedua adalah infeksi jamur patogen tular tanah seperti Pythium atau Phytophthora, yang aktif di kondisi basah. Ciri pembeda: akar tampak hitam seperti terbakar, ada bercak cokelat pada batang, dan bau busuk menyengat. Penyebab ketiga adalah serangan bakteri Erwinia yang ditandai dengan lendir lengket pada akar dan batang lembek.
Solusi utama: hentikan penyiraman segera, angkat tanaman, potong semua akar busuk dengan gunting steril, rendam akar sehat dalam larutan fungisida berbahan aktif mancozeb atau bakterisida streptomisin (ikuti label), lalu tanam ulang di media baru yang porous (campuran sekam bakar, cocopeat, perlit 1:1:1). Tempatkan di area teduh dengan sirkulasi udara baik selama 1-2 minggu.