Memasuki fase pembentukan kuncup bunga atau fase generatif dari minggu ke-7 hingga minggu ke-10, pola pemupukan harus diubah secara bertahap. Dosis nitrogen perlu dikurangi dan ditingkatkan kandungan fosfor serta kaliumnya. Pemupukan fosfor dan kalium ini diberikan setiap 10 hingga 14 hari sekali guna memperkuat tangkai bunga, mempercepat pembukaan kuncup, dan memicu warna mahkota bunga krisan agar tampak lebih cerah dan tajam.
Di wilayah tropis Indonesia, pola pemberian pupuk krisan harus disesuaikan dengan kondisi musim. Saat musim hujan yang berlangsung dari Oktober hingga Maret, pengaplikasian pupuk sebaiknya dilakukan melalui metode kocor pada pangkal batang saat media tanam lembab, serta hindari penyemprotan lewat daun saat cuaca mendung agar tidak mengundang penyakit jamur. Sebaliknya, pada musim kemarau dari April hingga September, frekuensi penyiraman pupuk kocor dapat ditingkatkan menjadi 5 hari sekali dengan konsentrasi lebih encer agar tanaman terhindar dari stres dehidrasi.
Penting untuk menjaga pH media tanam krisan berada pada rentang ideal 5,5 hingga 6,5. Jika pH tanah terlalu asam di bawah 5,0, penyerapan unsur fosfor dan kalium akan terhambat sehingga krisan menjadi kerdil dan bunganya kecil. Penambahan kapur pertanian sebanyak 10 hingga 15 gram per pot sedang dapat dilakukan saat penyiapan media tanam sebelum bibit ditanam untuk memastikan pupuk krisan bekerja optimal sepanjang tahun.