Panduan Pemupukan Bunga Krisan Agar Berbunga Lebat dan Tahan Lama

Pemupukan krisan yang tepat memadukan unsur nitrogen pada fase vegetatif dan fosfor-kalium pada fase generatif untuk menghasilkan bunga yang lebat dan segar.

Jawaban singkat

Krisan memerlukan nutrisi yang teratur dan seimbang sepanjang siklus hidupnya yang berkisar antara 3 hingga 4 bulan. Pada fase vegetatif awal, yaitu minggu pertama hingga minggu ke-6 setelah tanam, krisan membutuhkan asupan nitrogen tinggi untuk memicu pertumbuhan batang yang kokoh dan daun hijau yang segar. Pemberian pupuk krisan berunsur N tinggi atau pupuk organik cair dilakukan setiap 7 sampai 10 hari sekali dengan konsentrasi encer untuk mencegah penumpukan garam pada media tanam.

Ringkas: Krisan

Cahaya
Cahaya matahari penuh dengan naungan paranet 30-50%
Penyiraman
1-2 kali sehari, jaga media tetap lembap tidak becek
Musim
Sepanjang tahun (sebaiknya dengan rumah lindung)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap panjang hari (fotoperiodisitas) dan kelembaban tinggi.

Memasuki fase pembentukan kuncup bunga atau fase generatif dari minggu ke-7 hingga minggu ke-10, pola pemupukan harus diubah secara bertahap. Dosis nitrogen perlu dikurangi dan ditingkatkan kandungan fosfor serta kaliumnya. Pemupukan fosfor dan kalium ini diberikan setiap 10 hingga 14 hari sekali guna memperkuat tangkai bunga, mempercepat pembukaan kuncup, dan memicu warna mahkota bunga krisan agar tampak lebih cerah dan tajam.

Di wilayah tropis Indonesia, pola pemberian pupuk krisan harus disesuaikan dengan kondisi musim. Saat musim hujan yang berlangsung dari Oktober hingga Maret, pengaplikasian pupuk sebaiknya dilakukan melalui metode kocor pada pangkal batang saat media tanam lembab, serta hindari penyemprotan lewat daun saat cuaca mendung agar tidak mengundang penyakit jamur. Sebaliknya, pada musim kemarau dari April hingga September, frekuensi penyiraman pupuk kocor dapat ditingkatkan menjadi 5 hari sekali dengan konsentrasi lebih encer agar tanaman terhindar dari stres dehidrasi.

Penting untuk menjaga pH media tanam krisan berada pada rentang ideal 5,5 hingga 6,5. Jika pH tanah terlalu asam di bawah 5,0, penyerapan unsur fosfor dan kalium akan terhambat sehingga krisan menjadi kerdil dan bunganya kecil. Penambahan kapur pertanian sebanyak 10 hingga 15 gram per pot sedang dapat dilakukan saat penyiapan media tanam sebelum bibit ditanam untuk memastikan pupuk krisan bekerja optimal sepanjang tahun.

Langkah-langkah

  1. Siapkan media tanam yang gembur berupa campuran tanah, kompos matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 serta beri kapur pertanian secukupnya.
  2. Gunakan pupuk krisan berunsur nitrogen tinggi setiap 7 hari sekali pada masa pertumbuhan vegetatif dari usia 1 sampai 6 minggu setelah tanam.
  3. Ubah formula pemupukan menjadi tinggi fosfor dan kalium setiap 10 hari sekali mulai minggu ke-7 hingga kuncup bunga mulai mekar.
  4. Hentikan pemupukan total ketika bunga krisan sudah mekar sekitar 50 persen agar daya simpan dan kesegaran bunga bertahan lebih lama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memberikan pupuk krisan?

Waktu terbaik adalah pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB saat suhu udara belum panas dan metabolisme tanaman sedang aktif.

Apakah krisan bisa dipupuk hanya dengan bahan organik?

Bisa, Anda dapat menggunakan kompos matang sebagai pupuk dasar dan menyiramkan pupuk organik cair secara rutin setiap minggu.

Mengapa bunga krisan warnanya pucat padahal sudah dipupuk?

Warna pucat biasanya disebabkan oleh kekurangan unsur kalium dan intensitas sinar matahari yang kurang dari 6 jam sehari.

Apakah boleh memupuk krisan saat bunga sudah mekar penuh?

Tidak dianjurkan. Pemupukan saat bunga mekar penuh justru memicu pembusukan mahkota bunga dan mempercepat kerontokan.

Berapa pH tanah yang ideal agar pupuk krisan terserap sempurna?

Rentang pH tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah 5,5 hingga 6,5.

Lebih lanjut tentang Krisan

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.