Penyiraman menjadi faktor paling krusial selama periode kemarau. Krisan membutuhkan penyiraman teratur 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 06.00 dan sore hari pukul 16.00, untuk mempertahankan tingkat kelembapan media tanam pada kisaran 60 sampai 70 persen tanpa menyebabkan kondisi tergenang yang memicu pembusukan akar.
Ketidakseimbangan nutrisi dan serangan hama mikroskopis kerap meningkat saat cuaca kering. Kekurangan unsur nitrogen membuat daun tua di bagian bawah menguning secara bertahan, sementara peningkatan populasi tunggau merah pada kondisi kelembapan rendah menyebabkan timbulnya bintik-bintik kuning pada permukaan daun krisan.
Penggunaan naungan berupa jaring paranet 50 hingga 60 persen sangat disarankan untuk mengurangi radiasi matahari langsung pada siang hari. Di samping itu, pemberian kompos organik sebanyak 200 gram per pot setiap 3 minggu sekali membantu menjaga retensi air media serta menyeimbangkan ketersediaan hara bagi tanaman krisan.