Bibit krisan umumnya berupa stek pucuk berakar dengan panjang 5-7 cm. Tanam bibit pada bedengan atau pot dengan jarak tanam 10x10 cm atau 12x12 cm. Hal paling krusial pada fase vegetatif awal minggu ke-1 hingga ke-4 adalah pemberian cahaya lampu tambahan sebesar 15-20 watt per meter persegi selama 3-4 jam setiap malam (pukul 22.00-02.00). Pencahayaan tambahan ini bertujuan menunda pembungaan dini agar batang tanaman krisan dapat tumbuh tinggi dan kokoh mencapai minimal 60 cm.
Penyiraman dilakukan secara teratur 1-2 kali sehari pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore tergantung kondisi kelembaban tanah dan cuaca. Pada masa pertumbuhan vegetatif, berikan pupuk NPK 16-16-16 yang dilarutkan dengan dosis 2-3 gram per liter air setiap seminggu sekali. Setelah pencahayaan malam dihentikan pada minggu ke-4 atau ke-5, tanaman memasuki fase generatif dan pemupukan dialihkan ke pupuk dengan kandungan unsur fosfor serta kalium yang lebih tinggi untuk merangsang pembentukan kuncup bunga yang lebat.
Pemangkasan kuncup dilakukan sesuai target hasil panen. Pada tipe krisan spray, lakukan pembuangan pucuk utama (pinching) saat tanaman berumur 2-3 minggu agar cabang samping bermunculan. Pada tipe krisan standard, lakukan pembuangan kuncup samping (disbudding) agar nutrisi fokus pada satu bunga utama di bagian ujung. Bunga krisan dapat dipanen pada umur 10-12 minggu setelah tanam saat mekar bunga mencapai 70-80 persen dengan cara memotong pangkal batang menggunakan gunting setek steril pada pagi hari.