Untuk fase vegetatif (saat tanaman muda atau setelah pemangkasan), gunakan pupuk dengan nitrogen (N) lebih tinggi, misalnya NPK 15-15-15 atau 20-10-10. Berikan 100-200 gram per pohon setiap 2-3 bulan, tergantung ukuran. Sebarkan pupuk di sekitar tajuk, lalu siram. Hindari pupuk terlalu dekat batang. Jika daun menguning, tambahkan pupuk kandang atau kompos 2-3 kg per pohon setahun sekali.
Memasuki fase generatif (saat calon bunga muncul, sekitar 2-3 bulan sebelum musim kemarau), beralih ke pupuk tinggi fosfor (P) dan kalium (K), seperti NPK 10-30-20 atau 12-24-12. Berikan 150-250 gram per pohon setiap 1-2 bulan hingga bunga mekar. Untuk merangsang pembungaan, Anda juga bisa menyemprotkan pupuk daun berkandungan P dan K tinggi setiap 2 minggu sekali, tetapi hentikan saat bunga mulai mekar.
Pemupukan organik juga penting. Berikan pupuk kandang matang (ayam, sapi, atau kambing) 5-10 kg per pohon setiap 6 bulan, atau kompos 3-5 kg. Campur dengan tanah di sekitar perakaran. Jika tanah terlalu asam (pH < 5,5), taburkan dolomit 200-300 gram per pohon setahun sekali. Jangan lupa siram setelah pemupukan agar nutrisi cepat terserap. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis pupuk kimia yang sesuai dengan kondisi lahan Anda.