Antraknosa biasanya menyerang daun dan ranting muda. Gejalanya berupa bercak coklat kehitaman dengan tepi kuning, daun mengeriting, dan gugur. Penyakit ini menyebar cepat di musim hujan karena kelembaban tinggi. Sementara itu, busuk akar menyerang akar dan pangkal batang. Ciri-cirinya: daun layu mendadak meski tanah lembab, batang mengelupas, dan akar berwarna coklat kehitaman serta berlendir. Busuk akar sering terjadi di tanah yang tergenang air.
Untuk antraknosa, segera pangkas ranting dan daun yang terinfeksi, lalu kumpulkan dan bakar. Jangan menyiram daun saat sore atau malam hari. Pastikan sirkulasi udara di sekitar pohon baik. Untuk busuk akar, perbaiki drainase tanah. Kurangi frekuensi penyiraman jika tanah masih lembab. Gali sedikit tanah di sekitar akar untuk memeriksa kondisi akar. Jika akar sudah busuk parah, pohon sulit diselamatkan dan sebaiknya dicabut.
Penggunaan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb bisa membantu, tetapi ikuti petunjuk label dan konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat (BPP). Jangan gunakan fungisida sembarangan. Pencegahan lebih baik: tanam tabebuya di lokasi dengan sinar matahari penuh, jarak tanam cukup, dan jangan terlalu sering menyiram. Pemupukan berimbang juga meningkatkan ketahanan pohon.