Penyebab pertama adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Daun yang menguning akibat defisiensi N biasanya merata pada daun tua, sedangkan defisiensi Mg menyebabkan kuning di antara tulang daun. Solusinya adalah pemupukan berimbang dengan pupuk NPK 16-16-16 atau pupuk kandang setiap 2-3 bulan sekali, serta pemberian pupuk daun yang mengandung Mg.
Penyebab kedua adalah serangan hama seperti kutu putih (Pseudococcus spp.) atau tungau (Tetranychus spp.). Kutu putih menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga, sedangkan tungau menyebabkan bercak kuning kecil pada daun. Ciri khas: adanya serbuk putih atau jaring halus. Penanganan: semprot dengan insektisida berbahan aktif abamektin atau minyak neem sesuai dosis pada label, ulangi seminggu sekali.
Penyebab ketiga adalah penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) atau jamur akar (Fusarium spp.). Daun menguning mendadak, layu, dan akhirnya gugur. Jika batang dipotong, terlihat warna coklat pada pembuluh. Tidak ada obat kimia yang efektif; langkah terbaik adalah mencabut tanaman yang terinfeksi, mengganti tanah, dan menanam varietas tahan atau melakukan rotasi tanaman.