Ulat daun (Spodoptera litura atau Helicoverpa armigera) biasanya menyerang daun muda. Ciri serangan: daun berlubang tidak beraturan, terdapat kotoran hitam kecil di permukaan daun, dan ulat sering ditemukan di bagian bawah daun. Pengendalian: lakukan pemangkasan daun yang terserang berat, semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (1 kg daun mimba direndam 10 liter air selama 24 jam, saring, semprotkan setiap 3 hari). Jika serangan parah, konsultasikan dengan penyuluh untuk insektisida kimia yang sesuai.
Kutu putih (Planococcus citri) dan kutu daun (Aphis gossypii) menyerang pucuk dan daun muda. Ciri: terdapat lapisan lilin putih seperti kapas (kutu putih) atau koloni kecil berwarna hijau/kuning (kutu daun), daun menguning dan keriting, serta muncul embun madu yang menarik semut. Pengendalian: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cuci piring + 1 liter air) setiap 3 hari, atau gunakan predator alami seperti kumbang Coccinellidae. Untuk kutu putih, oleskan alkohol 70% menggunakan kapas pada bagian yang terserang.
Hama lain yang kadang muncul adalah ulat penggerek batang (Xyleborus spp.) dan tungau (Tetranychus urticae). Ulat penggerek menyebabkan batang berlubang dan tanaman layu mendadak; potong bagian terserang dan bakar. Tungau menyebabkan daun berbintik kuning dan seperti terbakar; semprot dengan air bertekanan tinggi atau gunakan akarisida nabati seperti ekstrak bawang putih (5 siung bawang putih + 1 liter air, blender, saring, semprot). Selalu jaga kebersihan lingkungan dan hindari pemupukan nitrogen berlebihan yang memicu serangan hama.