Pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali menggunakan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang matang) sebanyak 5-10 kg per pohon dewasa, atau pupuk NPK seimbang (15-15-15) dengan dosis sesuai label. Pada musim kemarau, siram 2-3 kali seminggu, sedangkan musim hujan kurangi frekuensi penyiraman. Pemangkasan ringan dilakukan setahun sekali setelah berbunga untuk membentuk tajuk dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Pastikan alat pangkas steril untuk mencegah infeksi.
Hama yang sering menyerang tabebuya antara lain ulat penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis) yang menyebabkan daun menggulung dan kering, serta kutu putih (Planococcus citri) yang menutupi daun dengan lapisan lilin. Untuk mengendalikannya, semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau air sabun, atau gunakan predator alami seperti kepik. Penyakit seperti bercak daun akibat jamur Cercospora dapat diatasi dengan fungisida berbahan tembaga sesuai petunjuk label.
Tabebuya mulai berbunga setelah berumur 2-3 tahun, dengan puncak mekar pada musim kemarau (Juli-September). Untuk merangsang pembungaan, kurangi penyiraman selama 2-3 minggu sebelum musim berbunga, lalu berikan pupuk dengan kandungan fosfor tinggi (P2O5) seperti TSP. Jika pohon tidak kunjung berbunga, periksa intensitas cahaya dan pastikan tidak ada naungan berlebihan. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat jika masalah berlanjut.