Penyebab paling umum adalah kekurangan air. Di musim kemarau, tanaman yang jarang disiram akan menggulung dan menguningkan daun tua. Ciri: daun menguning dari bawah ke atas, layu, dan tanah kering. Solusi: siram 2-3 kali seminggu dengan volume cukup hingga air keluar lubang drainase. Jangan biarkan tanah kering total.
Penyebab kedua adalah kelebihan air atau drainase buruk. Jika tanah tergenang, akar membusuk dan daun menguning. Ciri: daun kuning merata, lembek, tanah basah, dan bau apek. Solusi: hentikan penyiraman sementara, perbaiki drainase dengan campuran pasir atau sekam, dan pindahkan ke pot berlubang.
Penyebab lain termasuk defisiensi nutrisi (terutama nitrogen atau zat besi) dan serangan hama seperti kutu putih atau tungau. Defisiensi nitrogen: daun kuning pucat merata, pertumbuhan lambat. Defisiensi besi: daun muda kuning dengan urat hijau. Hama: ada bercak putih/kuning, keriting, atau serangga di balik daun. Solusi: beri pupuk seimbang (NPK 16-16-16) setiap 2 minggu di musim tanam, semprot insektisida nabati (misal neem) untuk hama.