Penyiraman tanaman bit harus dilakukan secara konsisten sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, terutama saat memasuki musim kemarau. Volume air disesuaikan agar media tanam tetap lembap dengan kelembapan tanah sekitar 60 hingga 70 persen, namun tidak sampai tergenang air yang memicu kebusukan umbi. Jika ditanam pada musim hujan, pastikan bedengan memiliki tinggi minimal 25 hingga 30 cm dengan saluran drainase yang lancar untuk mengalirkan kelebihan air hujan.
Pemupukan susulan dilakukan dua kali selama masa pertumbuhan, yaitu pada umur 14 hari dan 30 hari setelah tanam menggunakan pupuk organik cair atau kompos matang sebanyak 200 hingga 300 gram per tanaman. Tanaman bit membutuhkan unsur hara kalium dan fosfor yang cukup tinggi untuk merangsang pembesaran umbi, sementara pemberian nitrogen yang berlebihan harus dihindari karena akan memicu pertumbuhan daun berlebih dan membuat umbi kecil. Selang waktu penyiangan gulma dilakukan setiap 10 hingga 14 hari sekali secara hati-hati agar tidak merusak perakaran bit.
Tahap penting dalam merawat bit adalah penjarangan bibit ketika tanaman berumur 10 hingga 14 hari atau saat memiliki 3 helai daun, dengan menyisakan jarak tanam ideal 10 hingga 15 cm antar tanaman. Pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang juga perlu dilakukan pada umur 30 hari untuk menutupi bagian atas umbi yang mulai muncul ke permukaan agar tidak terpapar sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan umbi berwarna kehijauan dan terasa pahit.