Perawatan rutin meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian gulma. Siram rumpun bambu setiap hari pada musim kemarau, terutama saat tunas mulai muncul. Pada musim hujan, kurangi penyiraman agar tidak terjadi genangan. Berikan pupuk NPK (16-16-16) sebanyak 200-300 gram per rumpun setiap 3 bulan sekali, ditambah pupuk kandang 5-10 kg per rumpun setahun sekali. Gulma di sekitar rumpun harus dibersihkan secara manual atau dengan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban tanah.
Pemangkasan rumpun bambu penting untuk merangsang pertumbuhan rebung baru. Setelah panen rebung, pangkas batang bambu tua yang berumur lebih dari 3 tahun hingga setinggi 1 meter dari permukaan tanah. Lakukan pemangkasan pada musim kemarau (Juni-September) untuk mengurangi risiko serangan hama. Rebung siap dipanen saat tingginya mencapai 20-30 cm dan masih tertutup pelepah. Panen dengan memotong rebung menggunakan pisau tajam di pangkalnya, hati-hati agar tidak merusak rimpang.
Hama yang sering menyerang rebung adalah penggerek batang dan kutu putih. Untuk pengendalian, gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih yang disemprotkan setiap minggu saat tunas muncul. Penyakit busuk rebung dapat dicegah dengan menjaga drainase dan tidak memanen saat hujan deras. Jika ditemukan rebung busuk, segera potong dan musnahkan. Dengan perawatan intensif, satu rumpun bambu dapat menghasilkan 5-10 kg rebung per panen, dengan panen setiap 2-3 minggu sekali pada musim hujan.