Pada musim kemarau, tingkat populasi hama pengisap cairan seperti kutu daun dan hama pengorok daun cenderung meningkat drastis. Pemeriksaan tanaman perlu ditingkatkan menjadi dua kali seminggu pada pagi hari. Penyemprotan air bertekanan sedang atau pemanfaatan musuh alami dapat membantu menekan populasi hama ini sebelum meluas ke seluruh areal pertanaman.
Memasuki musim hujan, kelembapan udara yang tinggi memicu aktivitas hama pemakan daun seperti ulat grayak serta hama dalam tanah. Jarak tanam ideal sekitar 15 hingga 20 cm antar tanaman harus diterapkan secara konsisten untuk menjaga sirkulasi udara. Sanitasi gulma di sekitar guludan seluas 1 meter dari barisan tanaman juga sangat penting agar tidak menjadi sarang persembunyian hama.
Pengendalian hama terpadu pada tanaman bit menggabungkan teknik fisik, hayati, dan budidaya yang benar. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 10 hingga 15 buah per 100 meter persegi sangat efektif menekan serangga terbang. Aplikasi pembenah tanah dan ekstraksi bahan nabati secara berkala setiap 5 hingga 7 hari dapat menjadi langkah pencegahan yang aman bagi kualitas umbi.