Penggerek buah jengkol (C. ombrodelta) menyerang buah muda hingga tua. Ciri serangan: terdapat lubang kecil pada polong, bekas gerekan berwarna hitam, dan buah gugur sebelum matang. Larva berwarna merah jambu dengan kepala cokelat. Pengendalian dimulai dengan sanitasi kebun: kumpulkan dan bakar buah terserang. Gunakan perangkap feromon untuk memantau populasi ngengat. Jika serangan berat, semprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis atau spinosad sesuai label. Konsultasikan dengan penyuluh setempat untuk dosis tepat.
Ulat pemakan daun (S. litura) aktif pada musim kemarau. Gejala: daun berlubang tidak beraturan, sering tersisa tulang daun. Ulat berwarna hijau kehitaman dengan garis kuning di sisi tubuh. Pengendalian: tanam tanaman refugia seperti bunga matahari di tepi kebun untuk menarik musuh alami. Lakukan pengambilan manual jika populasi sedikit. Untuk serangan luas, gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun nimba atau sabun insektisida. Hindari penyemprotan saat panas terik.
Kutu putih (P. minor) menyerang batang dan daun muda, terutama saat musim hujan. Ciri: terdapat lapisan lilin putih seperti kapas, daun menguning, dan pertumbuhan terhambat. Semut sering hadir karena memakan embun madu dari kutu. Pengendalian: semprot dengan air bertekanan untuk membuang kutu. Gunakan minyak neem atau minyak parafin untuk membasmi. Tanam tanaman penutup tanah seperti Arachis pintoi untuk mengurangi populasi semut. Jika perlu, aplikasikan insektisida sistemik sesuai rekomendasi BPP setempat.