Pengolahan tanah dilakukan 7 hingga 10 hari sebelum tanam dengan membuat bedengan setinggi 20 sampai 30 cm, lebar 100 cm, dan jarak antarbedengan 40 cm. Taburkan pupuk kandang sapi atau ayam yang sudah matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar atau sekitar 1 hingga 1,5 kg per meter persegi sebagai pupuk dasar. Buat lubang tanam dengan jarak 40 x 50 cm agar krop sawi putih memiliki ruang cukup untuk mengembang sempurna tanpa saling berdesakan.
Pemeliharaan harian fokus pada penyiraman rutin 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari setelah jam 15.00, terutama jika menanam pada musim kemarau. Penyiangan gulma dilakukan setiap 10 hingga 14 hari sekali secara manual sambil menggemburkan tanah di sekitar perakaran. Pemupukan susulan menggunakan pupuk organik cair atau pupuk makro berimbang diberikan pada umur 14, 28, dan 35 hari setelah tanam untuk mendukung pembentukan krop yang padat.
Panen sawi putih umumnya dilakukan pada umur 60 hingga 75 hari setelah tanam, tergantung pada varietas dan ketinggian wilayah. Ciri sawi putih yang siap dipanen adalah bagian krop atau krop dalam terasa keras dan padat saat ditekan secara perlahan. Pemotongan dilakukan pada pangkal batang dekat permukaan tanah menggunakan pisau tajam dan steril pada pagi hari untuk menjaga kesegaran sel-sel daun agar tidak cepat layu.