Pemupukan susulan tahap pertama diberikan ketika tanaman berumur 7 hingga 10 hari setelah tanam (HST) untuk memicu pertumbuhan akar dan daun muda. Berikan larutan pupuk bernitrogen dan fosfat tinggi secara dikocor sebanyak 200 mililiter per lubang tanam dengan frekuensi 7 hari sekali. Memasuki umur 20 HST atau fase vegetatif aktif, pertahankan pemberian unsur nitrogen tinggi agar pembentukan daun lebar berjalan cepat dan optimal sebelum tanaman mulai menguncup.
Saat memasuki umur 30 hingga 35 HST, sawi putih mulai memasuki fase kritis pembentukan krop (kepala sawi). Pada fase ini, ubah fokus pemupukan dengan memperbanyak unsur kalium dan kalsium untuk meyakinkan struktur krop tumbuh tebal, padat, dan berbobot. Kurangi porsi nitrogen agar tekstur daun tidak terlalu lunak dan tidak mudah terserang kebusukan akibat bakteri pada kondisi kelembapan tinggi.
Seluruh aktivitas pemupukan sebaiknya dihentikan total pada 7 hingga 10 hari sebelum masa panen tiba, yaitu sekitar umur 40 hingga 50 HST. Pastikan tingkat kelembapan tanah dijaga stabil pada kisaran 60 hingga 70 persen melalui penyiraman 1 sampai 2 kali sehari pada musim kemarau. Amati kondisi tanaman secara rutin; daun yang berwarna hijau segar merata tanpa warna kekuningan menandakan proses penyerapan nutrisi berjalan sangat baik.