Pada musim kemarau, serangan hama hisap seperti kutu daun dan thrips cenderung meningkat tajam karena suhu udara yang lebih hangat berkisar 22 sampai 28 derajat Celsius. Lakukan pengamatan rutin sebanyak 2 kali seminggu pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 08.00 untuk mendeteksi keberadaan kelompok telur atau nimfa di balik daun sawi.
Sanitasi lahan menjadi kunci utama pengendalian hama dengan membersihkan gulma jenis krop lain sejauh 1 sampai 2 meter dari batas bedengan. Pembuatan perangkap kuning berukuran 20x30 sentimeter sebanyak 40 buah per hektar sangat efektif mengurangi populasi serangga dewasa penjelajah.
Jika populasi hama telah melebihi ambang batas ekonomi, penerapan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau pembungkusan krop secara mekanis dapat menjadi solusi aman. Selalu rotasi kelompok tanaman setiap 3 bulan sekali dengan tanaman non-kubis-kubisan seperti jagung atau tomat untuk memutus siklus hidup hama tanah.