Identifikasi gejala secara dini membutuhkan pengamatan rutin setiap 2 hari sekali pada bedengan. Pembusukan yang disertai bau menyengat menandakan infeksi bakteri, sedangkan timbulnya bercak konsentris atau pembengkakan akar umumnya disebabkan oleh serangan cendawan. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 80 persen pada satu hamparan lahan.
Pengelolaan lingkungan tumbuh dimulai dengan pembuatan bedengan setinggi 30 hingga 40 sentimeter untuk mencegah genangan air hujan. Pemberian kapur dolomit sebanyak 100 hingga 200 gram per meter persegi saat pengolahan tanah sangat efektif menetralkan pH tanah yang asam di bawah 5,5 yang sangat disukai patogen akar gada.
Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan mengocorkan suspensi Trichoderma sp. sebanyak 100 mililiter per lubang tanam pada umur 7 dan 14 hari setelah tanam. Penggunaan sungkup plastik UV setinggi 1,5 meter juga terbukti mengurangi terpaan air hujan langsung yang menjadi media utama penyebaran spora patogen antar tanaman.