Penyakit Sawi Putih: Gejala & Cara Mengobati

Panduan lengkap mengidentifikasi dan mengatasi penyakit utama pada tanaman sawi putih di musim hujan agar panen tetap melimpah.

Jawaban singkat

Musim hujan membawa tantangan besar bagi budidaya sawi putih di Indonesia karena kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen memicu perkembangan cepat mikroorganisme patogen. Tanaman sawi putih yang berumur 25 hingga 45 hari setelah tanam sangat rentan terserang penyakit seperti busuk basah dan akar gada jika drainase lahan kurang optimal.

Ringkas: Sawi Putih

Cahaya
Sinar matahari langsung minimal 6-8 jam sehari.
Penyiraman
Penyiraman teratur 1-2 kali sehari agar tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang.
Musim
Sepanjang tahun (paling ideal di akhir musim hujan/awal kemarau).
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan tanah gembur kaya humus dan drainase yang sangat baik agar krop tidak mudah busuk.

Identifikasi gejala secara dini membutuhkan pengamatan rutin setiap 2 hari sekali pada bedengan. Pembusukan yang disertai bau menyengat menandakan infeksi bakteri, sedangkan timbulnya bercak konsentris atau pembengkakan akar umumnya disebabkan oleh serangan cendawan. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 80 persen pada satu hamparan lahan.

Pengelolaan lingkungan tumbuh dimulai dengan pembuatan bedengan setinggi 30 hingga 40 sentimeter untuk mencegah genangan air hujan. Pemberian kapur dolomit sebanyak 100 hingga 200 gram per meter persegi saat pengolahan tanah sangat efektif menetralkan pH tanah yang asam di bawah 5,5 yang sangat disukai patogen akar gada.

Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan mengocorkan suspensi Trichoderma sp. sebanyak 100 mililiter per lubang tanam pada umur 7 dan 14 hari setelah tanam. Penggunaan sungkup plastik UV setinggi 1,5 meter juga terbukti mengurangi terpaan air hujan langsung yang menjadi media utama penyebaran spora patogen antar tanaman.

Penyebab & Cara Mengatasi

Akar Gada (Plasmodiophora brassicae)

Ciri: Daun layu pada siang hari yang panas dan segar kembali pada malam hari, akar membengkak menyerupai gada, serta pertumbuhan tanaman kerdil.

Solusi: Tingkatkan pH tanah di atas 6,5 menggunakan kapur dolomit, lakukan rotasi tanaman non-Brassicaceae, dan aplikasikan agens hayati pada media tanam.

Busuk Basah Bakteri (Pectobacterium carotovorum)

Ciri: Luka basah kehitaman pada pangkal krop, mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, dan jaringan tanaman melunak hingga hancur.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi berat, perbaiki drainase bedengan, batasi pemupukan nitrogen berlebih, dan semprotkan bakterisida sesuai anjuran BPP.

Bercak Daun Alternaria (Alternaria brassicicola)

Ciri: Timbul bercak melingkar berwarna cokelat hingga hitam dengan pola garis-garis konsentris menyerupai papan sasaran pada daun bagian bawah.

Solusi: Pangkas daun tua yang bergejala,atur jarak tanam minimal 40x50 cm agar sirkulasi udara lancar, dan aplikasikan fungisida hayati atau berbahan aktif sesuai instruksi kemasan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi lahan dengan mengumpulkan dan membakar atau memendam tanaman sawi putih yang terinfeksi parah di luar area kebun.
  2. Taburkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 150 gram per meter persegi untuk menaikkan pH tanah yang terlalu asam akibat guyuran air hujan.
  3. Atur ulang jarak tanam menjadi lebih renggang (40 cm x 50 cm) dan bersihkan gulma di sekitar bedengan untuk menekan kelembapan mikro.
  4. Kocorkan agens hayati seperti Trichoderma sp. atau Pseudomonas fluorescens pada perakaran tanaman yang masih sehat untuk cegah penularan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sawi putih yang terkena busuk basah masih aman dikonsumsi?

Bagian krop yang sudah melunak dan berbau busuk tidak layak dikonsumsi karena telah terkontaminasi bakteri pembusuk dan dapat merusak rasa serta kualitas pangan.

Mengapa penyakit akar gada sangat sering muncul saat musim hujan?

Air hujan cenderung membuat pH tanah menjadi asam dan tanah menjadi sangat lembap, yang merupakan kondisi ideal bagi spora Plasmodiophora brassicae untuk berkecambah dan menginfeksi akar.

Berapa pH tanah yang ideal untuk menanam sawi putih?

pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan sawi putih sekaligus menekan perkembangan penyakit akar gada adalah antara 6,2 hingga 7,0.

Bagaimana cara membedakan serangan bakteri dan cendawan secara fisik?

Serangan bakteri umumnya ditandai dengan tekstur lembek berlendir dan bau busuk yang menyengat, sedangkan serangan cendawan ditandai dengan munculnya bercak kering, lapisan spora putih/kelabu, atau pembengkakan organ tanpa bau menyengat.

Apakah penyungkupan plastik UV efektif menekan penyakit pada musim hujan?

Sangat efektif. Sungkup plastik UV menahan benturan air hujan langsung sehingga mencegah luka fisik pada daun dan mengurangi penyebaran spora melalui percikan air.

Lebih lanjut tentang Sawi Putih

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.