Pengairan adalah kunci utama dalam cara merawat sawi putih agar daunnya segar dan renyah. Siram tanaman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada pagi sebelum jam 9 dan sore setelah jam 4, dengan volume sekitar 250 hingga 500 mililiter per tanaman sesuai kondisi kelembapan media. Di musim hujan, pastikan drainase bedengan setinggi 30 sentimeter berfungsi baik agar air tidak menggenang dan memicu pembusukan akar.
Pemupukan berkala sangat menentukan kepadatan pembentukan krop atau gulungan daun sawi putih. Berikan kompos matang atau pupuk kandang sebanyak 100 hingga 200 gram per tanaman sebagai pupuk dasar, lalu lanjutkan dengan pemupukan susulan kaya unsur nitrogen dan kalium setiap 7 hingga 10 hari sekali mulai umur 7 hari setelah tanam hingga umur 35 hari setelah tanam.
Perlindungan terhadap hama dan penyakit dilakukan secara preventif sepanjang siklus tanam 45 hingga 60 hari. Lakukan penyiangan gulma seminggu sekali dan pangkas daun tua yang menempel di tanah untuk mencegah perkembangan cendawan. Panen dapat dilakukan saat krop terasa padat dan keras ketika ditekan perlahan pada umur 50 hingga 60 hari setelah tanam.