Penyiraman rutin harus dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore dengan volume sekitar 1 hingga 1,5 liter air per lubang tanam. Penggunaan mulsa jerami padi setebal 3 sampai 5 centimeter di atas bedengan sangat efektif untuk menjaga kelembapan tanah serta menurunkan suhu perakaran hingga 3 derajat Celsius. Langkah ini mencegah tanaman mengalami stres dehidrasi yang menyebabkan warna hijau daun memudar menjadi kuning pucat.
Selain faktor penyiraman, pemupukan susulan yang presisi sangat menentukan keberhasilan pemulihan warna daun. Berikan pemupukan cair berunsur nitrogen tinggi secara rutin setiap 7 hari sekali dengan cara dikocor sebanyak 200 mililiter larutan per tanaman pada umur 10, 17, dan 24 hari setelah tanam. Tambahkan pula kompos matang dosis 10 ton per hektar saat pengolahan tanah awal agar kapasitas ikat air dan kandungan unsur hara di dalam tanah tetap terjaga optimal.
Waspadai pula lonjakan populasi hama pengisap seperti kutu daun dan thrips yang berkembang pesat di udara kering musim kemarau. Lakukan pengamatan rutin seminggu dua kali pada permukaan bawah daun untuk mendeteksi keberadaan hama sejak dini. Jika ditemukan bercak kuning disertai daun keriting, segera lakukan sanitasi gulma dan gunakan perangkap kuning berkat sebanyak 40 buah per hektar untuk menekan populasi hama pengisap tersebut.