Pilih bibit petai dari biji atau sambung pucuk. Untuk biji, rendam dalam air hangat (50°C) selama 24 jam, lalu semai di polybag berisi media tanah dan kompos (2:1). Siram setiap hari, bibit siap pindah tanam setelah berumur 3-4 bulan atau tinggi 30-40 cm. Penanaman dilakukan di awal musim hujan (Oktober-Desember) agar bibit mendapat cukup air. Tanam satu bibit per lubang, padatkan tanah di sekitar pangkal batang, dan pasang ajir agar tidak roboh.
Perawatan meliputi penyiraman setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu. Beri pupuk kandang 5-10 kg per pohon setiap 6 bulan, ditambah pupuk NPK (16-16-16) 200-300 gram per pohon setahun sekali saat musim hujan. Pangkas cabang yang tumbuh terlalu rendah atau rusak untuk membentuk tajuk. Petai mulai berbuah setelah 3-5 tahun, dengan puncak panen pada Agustus-Oktober. Polong siap panen jika berwarna hijau tua dan biji terasa keras saat ditekan.
Panen dilakukan dengan memotong tangkai polong menggunakan galah atau memanjat pohon. Setiap pohon bisa menghasilkan 50-200 polong per musim. Simpan polong di tempat teduh, tahan 3-5 hari. Untuk hasil optimal, lakukan penjarangan buah jika terlalu rapat dan kendalikan hama ulat penggerek polong dengan memasang perangkap lampu atau menyemprot pestisida nabati (misal ekstrak daun mimba). Konsultasikan dengan penyuluh setempat untuk dosis yang tepat.