Busuk akar sering menyerang petai yang ditanam di lahan drainase buruk atau tergenang. Ciri khas: tanaman layu meski tanah lembab, akar berwarna cokelat kehitaman dan lunak. Bercak daun Cercospora mudah dikenali dari bercak melingkar dengan tepi kuning. Embun tepung menunjukkan lapisan putih seperti tepung pada daun muda. Penyakit ini menyebar melalui spora jamur yang terbawa angin atau air hujan.
Pengendalian utama adalah pencegahan. Tanam petai di lahan dengan drainase baik, buat bedengan setinggi 20-30 cm di musim hujan. Pangkas cabang yang terlalu rimbun untuk sirkulasi udara. Gunakan pupuk organik seperti kompos (2-3 kg/pohon setiap 3 bulan) untuk memperkuat tanaman. Untuk bercak daun, semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai dosis label, dengan interval 7-10 hari saat gejala awal. Hindari penyemprotan saat hujan.
Jika serangan sudah parah, tanaman terserang busuk akar sebaiknya dicabut dan dibakar untuk mencegah penyebaran. Lubang tanam bekas diberi kapur pertanian (dolomit) 1 kg/m² dan didiamkan 2 minggu sebelum ditanami ulang. Untuk petai dewasa, lakukan sanitasi kebun dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman sakit. Konsultasi dengan petugas BPP setempat untuk rekomendasi fungisida spesifik sesuai kondisi lapangan.