Penyakit Petai: Gejala & Cara Mengobati

Kenali penyakit utama pada petai dan cara mengatasinya secara praktis di Indonesia.

Jawaban singkat

Petai (Parkia speciosa) rentan terhadap beberapa penyakit yang dapat menurunkan produksi, terutama di musim hujan. Dua penyakit utama adalah busuk akar (jamur Fusarium dan Phytophthora) serta bercak daun (jamur Cercospora). Gejala busuk akar meliputi daun menguning dan layu mendadak, akar menghitam, dan batang mengeluarkan getah. Bercak daun ditandai bercak cokelat tidak beraturan pada daun yang meluas dan menyebabkan daun gugur. Penyakit lain seperti embun tepung (Oidium) juga muncul saat kelembaban tinggi.

Ringkas: Petai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Siram setiap hari 2 minggu pertama, lalu 2-3 kali seminggu
Musim
Tanam di awal musim hujan; panen puncak Agustus-Oktober
Tingkat Kesulitan
Sedang

Petai membutuhkan lahan luas dan kesabaran karena mulai berbuah setelah 3-5 tahun.

Busuk akar sering menyerang petai yang ditanam di lahan drainase buruk atau tergenang. Ciri khas: tanaman layu meski tanah lembab, akar berwarna cokelat kehitaman dan lunak. Bercak daun Cercospora mudah dikenali dari bercak melingkar dengan tepi kuning. Embun tepung menunjukkan lapisan putih seperti tepung pada daun muda. Penyakit ini menyebar melalui spora jamur yang terbawa angin atau air hujan.

Pengendalian utama adalah pencegahan. Tanam petai di lahan dengan drainase baik, buat bedengan setinggi 20-30 cm di musim hujan. Pangkas cabang yang terlalu rimbun untuk sirkulasi udara. Gunakan pupuk organik seperti kompos (2-3 kg/pohon setiap 3 bulan) untuk memperkuat tanaman. Untuk bercak daun, semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai dosis label, dengan interval 7-10 hari saat gejala awal. Hindari penyemprotan saat hujan.

Jika serangan sudah parah, tanaman terserang busuk akar sebaiknya dicabut dan dibakar untuk mencegah penyebaran. Lubang tanam bekas diberi kapur pertanian (dolomit) 1 kg/m² dan didiamkan 2 minggu sebelum ditanami ulang. Untuk petai dewasa, lakukan sanitasi kebun dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman sakit. Konsultasi dengan petugas BPP setempat untuk rekomendasi fungisida spesifik sesuai kondisi lapangan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk akar (Fusarium/Phytophthora)

Ciri: Daun menguning dan layu mendadak, akar menghitam dan lunak, batang mengeluarkan getah. Terjadi saat drainase buruk atau musim hujan.

Solusi: Perbaiki drainase dengan bedengan. Cabut dan bakar tanaman sakit. Beri kapur dolomit 1 kg/m² pada lubang tanam. Gunakan fungisida sistemik sesuai label.

Bercak daun Cercospora

Ciri: Bercak cokelat tidak beraturan dengan tepi kuning pada daun, meluas dan menyebabkan daun gugur. Muncul saat kelembaban tinggi.

Solusi: Pangkas cabang rimbun. Semprot fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb setiap 7-10 hari. Jaga kebersihan kebun dari sisa daun sakit.

Embun tepung (Oidium)

Ciri: Lapisan putih seperti tepung pada daun muda dan pucuk, daun mengeriting dan kerdil. Sering di musim hujan.

Solusi: Semprot dengan fungisida belerang atau sulfur sesuai label. Hindari pemupukan nitrogen berlebihan. Tingkatkan sirkulasi udara.

Langkah-langkah

  1. Kenali gejala awal: daun menguning, layu, bercak, atau tepung putih pada daun.
  2. Periksa drainase lahan: pastikan tidak ada genangan, buat bedengan jika perlu.
  3. Lakukan pemangkasan cabang yang terlalu rapat untuk mengurangi kelembaban.
  4. Aplikasikan fungisida sesuai jenis penyakit: tembaga untuk bercak daun, sistemik untuk busuk akar (ikuti label).
  5. Sanitasi kebun: bersihkan gulma dan sisa tanaman sakit, bakar atau kubur jauh dari kebun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama petai layu mendadak?

Paling sering karena busuk akar akibat jamur Fusarium atau Phytophthora, terutama di lahan drainase buruk. Perbaiki drainase dan cabut tanaman sakit.

Bagaimana cara membedakan bercak daun karena jamur vs bakteri?

Bercak jamur biasanya berbentuk tidak beraturan dengan tepi kuning, sedangkan bercak bakteri lebih basah dan mengeluarkan lendir. Pastikan dengan melihat di bawah mikroskop atau konsultasi BPP.

Apakah petai bisa ditanam di lahan bekas terserang busuk akar?

Bisa, setelah lahan dikapur dengan dolomit 1 kg/m² dan didiamkan 2 minggu. Tanam petai baru di bedengan tinggi.

Kapan waktu terbaik menyemprot fungisida?

Pagi hari (06.00-09.00) atau sore (16.00-18.00) saat angin tenang. Hindari saat hujan dan panas terik.

Apakah fungisida alami efektif?

Untuk pencegahan, larutan bawang putih (5 siung/1 liter air) atau ekstrak daun sirsak bisa membantu, tapi kurang efektif untuk serangan parah. Gunakan fungisida kimia sesuai label.

Bagaimana mencegah embun tepung pada petai?

Tanam varietas tahan, jangan terlalu rapat, dan kurangi pemupukan nitrogen. Semprot belerang setiap 2 minggu di musim hujan.

Lebih lanjut tentang Petai

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.