Penyiraman dilakukan setiap hari pada 2 bulan pertama, kemudian dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu saat musim kemarau. Pada musim hujan, kurangi penyiraman untuk mencegah busuk akar. Pemupukan pertama diberikan saat tanam: campurkan 10-15 kg pupuk kandang matang per lubang. Selanjutnya, beri pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 gram per pohon setiap 3 bulan pada tahun pertama, lalu tingkatkan menjadi 500-1000 gram per pohon setiap 4-6 bulan setelah berumur 2 tahun. Pemupukan organik seperti kompos atau pupuk kandang 15-20 kg/pohon/tahun sangat dianjurkan untuk menjaga kesuburan tanah.
Pemangkasan penting untuk membentuk tajuk produktif. Pada tahun pertama, pangkas cabang-cabang yang tumbuh terlalu rendah atau saling tumpang tindih. Setelah pohon berumur 2-3 tahun, lakukan pemangkasan ringan setiap 6 bulan untuk membuang cabang mati, sakit, atau yang tumbuh ke dalam. Pemangkasan berat dilakukan setelah panen raya (biasanya Juli-Agustus) untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Hama utama petai adalah ulat penggerek polong (Megalopyge sp.) dan kutu putih. Pengendalian dilakukan dengan memasang lampu perangkap dan menyemprotkan pestisida nabati seperti ekstrak biji mimba atau daun sirsak setiap 2 minggu sekali jika serangan berat.
Panen petai dimulai saat pohon berumur 3-4 tahun. Polong dipanen ketika berwarna hijau tua dan biji terasa penuh, biasanya 3-4 bulan setelah berbunga. Panen dilakukan dengan gunting atau pisau tajam, hati-hati jangan sampai merusak tangkai buah. Produktivitas petai bisa mencapai 50-100 kg per pohon per tahun jika dirawat baik. Setelah panen, lakukan pemupukan susulan dengan pupuk NPK 500 gram/pohon untuk memulihkan kondisi pohon. Catatan penting: petai membutuhkan pohon pelindung saat masih muda, bisa ditanam di antara tanaman sela seperti jagung atau pisang selama 1-2 tahun pertama.