Kekurangan unsur hara makro seperti nitrogen (N) dan magnesium (Mg) sering menjadi penyebab utama. Daun yang menguning merata dari daun tua ke daun muda menandakan defisiensi N. Daun menguning di antara tulang daun (klorosis interveinal) pada daun tua menandakan kekurangan Mg. Solusinya: berikan pupuk kandang matang 5–10 kg per pohon setiap 3–4 bulan, atau pupuk urea 100–150 gram per pohon untuk N, dan dolomit 200–300 gram per pohon untuk Mg. Aplikasi dilakukan setelah hujan atau pagi hari saat tanah lembap.
Serangan hama seperti ulat pemakan daun (ulat jengkal, ulat kantong) dan kutu daun (Aphididae) juga menyebabkan daun menguning. Ciri daun berlubang, menggulung, atau ada embun madu hitam (jelaga). Pengendalian: semprotkan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (1 kg daun direndam 10 liter air semalaman) atau gunakan predator alami seperti kepik. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk insektisida kimia yang sesuai.
Penyakit busuk akar akibat jamur Fusarium atau Phytophthora juga memicu daun menguning dan layu. Ciri: daun menguning dari pucuk, batang mengeluarkan getah, dan akar membusuk. Perbaiki drainase, hindari genangan, dan beri kapur pertanian 1–2 kg per lubang tanam. Untuk tanaman yang sudah terinfeksi, cabut dan musnahkan. Jangan menanam petai di lahan bekas terserang penyakit tanpa pengolahan tanah yang baik.